Akurat

5 Saham Incaran Asing di Mei 2025

Hefriday | 31 Mei 2025, 15:17 WIB
5 Saham Incaran Asing di Mei 2025

AKURAT.CO Sepanjang Mei 2025, investor asing tercatat aktif melakukan aksi beli bersih (net buy) di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

5 saham papan atas menjadi incaran utama, dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyedot dana asing dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan data RTI yang diakses Sabtu (31/5/2025), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp3,5 triliun di saham BBRI selama 20 hari perdagangan terakhir.
 
Saham bank pelat merah tersebut menjadi yang paling diburu, menandakan kepercayaan tinggi investor terhadap fundamental dan prospek kinerja BBRI ke depan.
 
Selain BBRI, saham BBCA juga menarik dana asing sebesar Rp2,9 triliun. Di posisi ketiga, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat mengoleksi net buy sebesar Rp2,8 triliun. 
 
 
Disusul oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan net buy Rp800 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp672,3 miliar.
 
Pada perdagangan terakhir, Rabu (28/5/2025), investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih di BEI. Dana asing yang masuk tercatat mencapai Rp1,36 triliun di seluruh pasar. 
 
Namun, sebagian besar pembelian tersebut terjadi di pasar negosiasi sebesar Rp1,4 triliun, sementara di pasar reguler terjadi net sell sebesar Rp71,3 miliar.
 
Meski demikian, secara kumulatif sejak awal tahun 2025, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp45,18 triliun.
 
Meski jumlahnya masih besar, tren net buy yang muncul belakangan ini mengindikasikan adanya perubahan sentimen.
 
Founder Stocknow, Hendra Wardana, menilai aliran masuk dana asing yang cukup deras menjadi salah satu pendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 
 
“Katalis utama datang dari meredanya tensi dagang global, khususnya setelah AS dan China mengumumkan ‘total reset’ dalam hubungan dagangnya,” ujarnya dikutip dari laman Investor, Sabtu (31/5/2025).
 
Hendra juga menambahkan bahwa derasnya dana asing yang masuk ke saham-saham bank menunjukkan minat institusi global terhadap aset domestik yang memiliki fundamental solid dan likuiditas tinggi.
 
Ini menandakan pasar mulai memasuki fase optimisme baru, didukung oleh stabilisasi kondisi makroekonomi global dan domestik.
 
Saham BBRI menjadi salah satu yang paling menonjol di tengah arus dana asing. Pada Rabu (28/5/2025), saham BBRI ditutup menguat 1,83% ke level Rp4.450, meskipun sempat tertekan di sesi awal perdagangan.
 
Data dari Stockbit Sekuritas mencatat bahwa BBRI merupakan saham paling aktif ditransaksikan hari itu.
 
Harga saham BBRI mencatatkan kenaikan 4,46% dalam sepekan terakhir, 15,89% dalam sebulan, dan naik 9,07% sejak awal tahun (year to date/ytd).
 
Tren positif ini sejalan dengan rekomendasi sejumlah analis pasar modal, termasuk Trimegah Sekuritas.
 
Dalam riset terbarunya, Trimegah Sekuritas menilai BBRI akan menjadi salah satu emiten yang diuntungkan dari penurunan suku bunga acuan atau BI Rate.
 
Mereka merekomendasikan beli (buy) saham BBRI dengan target harga Rp6.400, mempertimbangkan valuasi, pertumbuhan sektor perbankan, dan proyeksi ekonomi makro nasional.
 
Adapun untuk IHSG, Trimegah Sekuritas menetapkan target di level 7.750 pada akhir tahun 2025, dengan asumsi bahwa laba emiten akan stagnan pada 2025 dan tumbuh sekitar 10% di tahun berikutnya.
 
Proyeksi ini turut memperkuat sentimen positif yang berkembang di pasar modal Indonesia saat ini

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa