Akurat

Ekonom: Daya Beli Melemah, Biang Kerok Perlambatan Ekonomi di Awal 2025

Camelia Rosa | 5 Mei 2025, 19:35 WIB
Ekonom: Daya Beli Melemah, Biang Kerok Perlambatan Ekonomi di Awal 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 hanya sebesar 4,87% year-on-year. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I 2024 yang masih tumbuh sebesar 5,11%.

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat signifikan dikarenakan permasalahan daya beli yang masih terjadi.

Indikator daya beli masyarakat menunjukkan pelemahan. Indeks keyakinan konsumen melemah dari bulan Januari hingga Maret 2025.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Tumbuh 4,87%, Airlangga: Masih Lebih Baik dari Anggota G20 Lainnya

Menurutnya, perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dari 4,91% (Q1 2024) menjadi 4,89% (Q1 2025) merupakan sebuah peringatan dini.

"Padahal di kuartal I 2025 terjadi perayaan hari besar keagamaan Hari Raya Idul Fitri. Momen musiman Ramadhan-Lebaran ternyata tidak mampu mendongkrak perekonomian," ujar Nailul dalam keterangan tertulisnya, Senin ( 5/5/2025).

Sebagai perbandingan, lanjutnya, pada tahun 2023, pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 5,22 persen bertepatan dengan Mudik Lebaran.

"Sebelumnya Celios menghitung bahwa perputaran uang di Hari Raya Idul Fitri tahun 2025 juga menurun signifikan," imbuh Nailul.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sektor Pertanian dan Jasa Jadi Penopang Utama Kuartal I 2025

Sebagaimana diberitakan, Kepala BPS Amalia Adinin mengungkapkan bahwa secara kuartalan, konomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,98 persen dibandingkan pertumbuhan di kuartal IV 2024 yang masih sebesar 0,53 persen.

"Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal I 2025 sebesar Rp5.665,9 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.264,5 triliun," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.