Ekonom: Daya Beli Melemah, Biang Kerok Perlambatan Ekonomi di Awal 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 hanya sebesar 4,87% year-on-year. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I 2024 yang masih tumbuh sebesar 5,11%.
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat signifikan dikarenakan permasalahan daya beli yang masih terjadi.
Indikator daya beli masyarakat menunjukkan pelemahan. Indeks keyakinan konsumen melemah dari bulan Januari hingga Maret 2025.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Tumbuh 4,87%, Airlangga: Masih Lebih Baik dari Anggota G20 Lainnya
Menurutnya, perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dari 4,91% (Q1 2024) menjadi 4,89% (Q1 2025) merupakan sebuah peringatan dini.
"Padahal di kuartal I 2025 terjadi perayaan hari besar keagamaan Hari Raya Idul Fitri. Momen musiman Ramadhan-Lebaran ternyata tidak mampu mendongkrak perekonomian," ujar Nailul dalam keterangan tertulisnya, Senin ( 5/5/2025).
Sebagai perbandingan, lanjutnya, pada tahun 2023, pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 5,22 persen bertepatan dengan Mudik Lebaran.
"Sebelumnya Celios menghitung bahwa perputaran uang di Hari Raya Idul Fitri tahun 2025 juga menurun signifikan," imbuh Nailul.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Sektor Pertanian dan Jasa Jadi Penopang Utama Kuartal I 2025
Sebagaimana diberitakan, Kepala BPS Amalia Adinin mengungkapkan bahwa secara kuartalan, konomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,98 persen dibandingkan pertumbuhan di kuartal IV 2024 yang masih sebesar 0,53 persen.
"Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal I 2025 sebesar Rp5.665,9 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.264,5 triliun," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









