AKURAT.CO Pengamat komoditas, Ibrahim Assuabi buka suara mengenai penyebab turunnya harga emas dunia.
Seperti diketahui, harga emas dunia pada perdagangan Senin (7/4/2025) pagi masih fluktuatif walau sempat mengalami pelemahan yang cukup signifikan di USD2.996 per ons atau turun mendekati 8 poin setara 0,3%.
Diungkapkan Ibrahim, salah satu penyebab turunnya harga emas dunia yakni perang dagang yang dilakukan oleh Trump. Ia menilai, adanya ketakutan besar bahwa perang dagang ini akan membuat ekonomi global mengakami perlambatan.
Ia menuturkan, di sisi lain, banyak masyarakat di Amerika, di semua negara bagian di Amerika Serikat melakukan demonstrasi menentang Trump yang telah mengurangi anggaran-anggaran dalam pemerintahan maupun yang lainnya.
Menurutnya, hal ini pun membuat kepercayaan masyarakat secara luas di Amerika terhadap Trump menjadi buruk dan kemudian membuat adanya ketakutan akan terjadinya hal-hal yang tidak terkendali.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 7 April 2025: Stabil di Awal Pekan
"Nah inipun sebenarnya juga yang membuat harga emas sedikit redup, tetapi harus diingat bahwa secara jangka menengah, jangka panjang harga emas dunia itu masih akan tetep mengalami kenaikan. Ada kemungkinan besar kembali ke USD3.200 sebagai pendorong itu perang dagang dan permasalahan geopolitik," tutur Ibrahim, Senin (7/4/2025).
Diakui Ibrahim, hal lain yang juga menyebabkan turunnya harga emas yaitu kondisi geopolitik di Israel dan Palestina serta Rusia dan Ukraina yang kembali memana. Selain itu AS
"Nah memang kemarin dampak dari penurunan harga emas dunia tu karena rilis data tenaga kerja diluar dugaan karena cukup bagus dan diluar ekspetasi," imbuhnya.
Ibrahim juga menilai Bank Sentral AS atau The Fed juga tidak mungkin menurunkan suku bunga dalam waktu yang cukup lama karena inflasi yang tinggi, masalah perang dagang yang masih berkecamuk.
Oleh sebab itu, dirinya mengatakan bahwa The fed sendiri hingga saat ini masih menunggu perang dagang.
"Nah, ada harga harapan bahwa harga emas dunia ini masih akan turun salah satu penyebabnya adalah fund-fund besar di Amerika, Eropa saat ini menarik dananya secara besar-besaran dan mereka memegang uang tunai," tukas Ibrahim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Marc Marquez Dibayangi 'Kutukan' Mandalika Jelang Tampil di MotoGP Indonesia
- 10Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya









