Website PINTAR Sering Eror, Deputi BI: Serangan DDoS
Camelia Rosa | 20 Maret 2025, 20:17 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mengungkapkan alasan sistem aplikasi penukaran uang PINTAR BI yang seringkali mengalami eror lantaran adanya kendala teknis berupa serangan Distributed Denial of Service (DDoS).
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni P Joewono menjelaskan DDoS tersebut membuat layanan online PINTAR BI tersebut menjadi tidak bisa diakses atau down.
"Memang trafiknya luar biasa dan tentunya ada beberapa kendaraan teknis. Jadi kita kalau di orang-orang IT itu ada yang namanya DDoS. Tapi kita langsung pulihkan itu PINTAR," ungkapnya dalam konferensi pers, Rabu (19/3/2025).
Doni menambahkan, erornya aplikasi PINTAR tersebut disebabkan karena tingkat lalu lintas pengunjung (traffic) yang tinggi. Namun demikian, diakuinya, BI telah bekerja sama dengan tim teknologi dan informasi (IT) untuk memulihkan aplikasi PINTAR agar tetap bisa diakses.
Ke depan, lanjut Doni, BI juga akan melakukan langkah antisipasi dengan membagi jadwal pemesanan layanan penukaran uang pada periode atau minggu ke empat. Nantinya, penukaran termin IV dengan kuota sebanyak 254.800 akan terbagi menjadi 2 (dua) tahap.
Tahap pertama yaitu pada hari Sabtu, 22 Maret 2025 mulai pukul 09.00 – 18.00 WIB khusus untuk 1.505 titik lokasi penukaran wilayah Pulau Jawa. Selanjutnya, tahap kedua yaitu pada hari Minggu, 23 Maret 2025 mulai pukul 09.00 WIB untuk 1.043 titik lokasi penukaran di wilayah luar Pulau Jawa.
Adapun per 17 Maret 2025, realisasi penukaran uang telah mencapai Rp67,1 triliun atau 37% dari total uang yang telah disediakan senilai Rp180,9 triliun.
Berdasarkan catatan Akurat.com, server PINTAR BI memang sering mengalami kendala. Masyarakat pun mengaku kecewa dengan layanan penukaran uang baru yang milik bank sentral tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








