Akurat

Toxic Financialship, Tips Atasi Pasangan Yang Sering Pinjam Uang

Hefriday | 16 Februari 2025, 11:25 WIB
Toxic Financialship, Tips Atasi Pasangan Yang Sering Pinjam Uang

AKURAT.CO Dalam sebuah hubungan, masalah keuangan sering kali menjadi topik yang sensitif. Salah satu situasi yang cukup sering terjadi adalah ketika salah satu pasangan terlalu sering meminjam uang dari yang lain. 

Lalu apakah ini tanda kasih sayang dan kepercayaan, atau justru pertanda hubungan yang tidak sehat alias toxic financialship?  
 
Mengutip dari laman cermati, Minggu (16/2/2025), istilah toxic financialship sendiri merujuk pada hubungan di mana salah satu pihak selalu memanfaatkan finansial pasangannya dengan cara yang tidak sehat. Jadi, apakah pasangan yang sering pinjam uang termasuk dalam kategori ini? Mari kita bahas lebih dalam!  
 
 
Apa Itu Toxic Financialship? Sebelum menjawab pertanyaan utama, kita harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan toxic financialship. Istilah ini menggambarkan hubungan yang tidak sehat dari segi keuangan, di mana ada ketidakseimbangan dalam cara salah satu pasangan menangani finansial. 
 
Biasanya, salah satu pihak terus-menerus bergantung pada pasangannya secara finansial tanpa usaha untuk mandiri atau bertanggung jawab atas pinjamannya.  
 
Toxic financialship bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:  
  • Salah satu pasangan selalu meminjam uang tanpa niat mengembalikan
  • Sikap konsumtif berlebihan dan membebankan keuangan pasangan
  • Menggunakan ancaman emosional agar pasangan terus memberi uang
  • Tidak transparan dalam mengelola keuangan bersama
Jadi, meminjam uang dari pasangan sebenarnya tidak selalu buruk, tapi jika dilakukan secara terus-menerus tanpa solusi jelas, bisa jadi itu pertanda hubungan yang tidak sehat.  

Pasangan Suka Pinjam Uang Termasuk Toxic Financialship?

Jawabannya tergantung pada beberapa faktor. Jika pasangan meminjam uang dalam kondisi mendesak dan memiliki itikad baik untuk mengembalikan, maka itu bukan masalah besar.
 
Namun, jika kebiasaan ini terus terjadi tanpa ada upaya untuk mandiri secara finansial, maka bisa dikategorikan sebagai toxic financialship.  
 
Berikut beberapa tanda pasangan yang suka pinjam uang bisa menjadi bagian dari toxic financialship:  
 
1. Tidak Pernah Mengembalikan Uang  
 
Jika pasangan sering meminjam uang tapi tidak pernah mengembalikannya, ini bisa menjadi tanda bahaya. Lebih buruk lagi jika setiap kali ditagih, dia justru marah atau menghindar.  
 
2. Selalu Punya Alasan untuk Meminjam
 
Setiap kali tanggal tua atau ada pengeluaran mendadak, pasangan selalu meminta bantuan finansial tanpa ada usaha untuk mencari solusi sendiri. Ini bisa menunjukkan bahwa dia tidak bertanggung jawab atas keuangannya sendiri.  
 
3. Tidak Pernah Membahas Solusi Finansial Bersama
 
Hubungan yang sehat harus memiliki komunikasi terbuka, termasuk soal keuangan. Jika pasangan terus-menerus menghindari pembicaraan tentang keuangan dan hanya datang saat butuh uang, ini bisa menjadi tanda toxic financialship.  
 
4. Memanfaatkan Perasaan untuk Mendapatkan Uang
 
Jika pasangan sering menggunakan alasan emosional seperti "Kalau kamu sayang aku, pasti bantuin" atau "Masa aku harus minta sama orang lain?", ini adalah tanda manipulasi finansial. Cinta seharusnya bukan alasan untuk terus dimanfaatkan secara finansial.  

Tips Mengatasi Pasangan yang Sering Pinjam Uang

Jika kamu merasa pasanganmu mulai menunjukkan tanda-tanda toxic financialship, ada beberapa langkah yang bisa diambil:  
 
1. Diskusikan Masalah Ini Secara Terbuka
 
Bicarakan dengan pasangan tentang kebiasaan keuangannya. Tanyakan mengapa ia selalu butuh pinjaman dan apakah ada cara lain untuk mengatasinya.  
 
2. Batasi Peminjaman Uang
 
Jika pasangan sering meminjam uang tanpa kejelasan kapan akan dikembalikan, coba buat batasan. Misalnya, hanya meminjamkan dalam jumlah kecil dan hanya dalam situasi darurat.  
 
3. Ajak untuk Mengatur Keuangan Bersama
 
Jika pasangan benar-benar mengalami kesulitan finansial, ajak dia untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Misalnya, dengan membuat anggaran atau mencari sumber pendapatan tambahan.  
 
4. Jangan Takut untuk Menolak
 
Jika kamu merasa terbebani secara finansial, tidak ada salahnya menolak permintaan pasangan untuk meminjam uang. Hubungan yang sehat harus tetap seimbang, termasuk dalam hal keuangan.  
 
Tidak semua pasangan yang suka meminjam uang termasuk dalam kategori toxic financialship. Namun, jika kebiasaan ini terjadi terus-menerus tanpa tanggung jawab dan transparansi, maka itu bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat.  
 
Cinta memang penting dalam sebuah hubungan, tapi keuangan juga tidak bisa diabaikan. Jangan sampai perasaan sayang justru membuat kamu dimanfaatkan secara finansial. Jika pasanganmu mulai menunjukkan tanda-tanda toxic financialship, segera ambil langkah agar hubungan tetap sehat dan seimbang.  
 
Jadi, apakah pasanganmu sering pinjam uang? Kalau iya, sudah saatnya kamu mulai memperhatikan apakah itu masih dalam batas wajar atau sudah mengarah ke toxic financialship!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa