AKURAT.CO Pasar modal syariah di Indonesia kini memiliki pusat penelitian khusus yang baru saja diresmikan.
Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (FPEB UPI) bekerja sama dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta PT Phillip Sekuritas mendirikan Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI.
Acara peresmian dihadiri Wakil Rektor Bidang Inovasi Kebudayaan dan Sistem Informasi UPI Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P., Dekan FPEB UPI Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA, Direktur Utama BEI Iman Rachman, Direktur Utama PT Phillip Sekuritas Indonesia Daniel Tedja, serta Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik.
Baca Juga: Luncurkan RDN Syariah, BSI Genjot Perkembangan Pasar Modal Syariah
Pusat riset ini hadir sebagai bentuk pengembangan dari Galeri Investasi Syariah (GIS) BEI yang sebelumnya telah beroperasi di UPI. Kini, peran GIS semakin luas, bukan hanya sebagai tempat edukasi, tetapi juga sebagai pusat penelitian yang lebih aplikatif bagi industri pasar modal syariah di Indonesia.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa pendirian pusat riset ini akan semakin melengkapi ekosistem pasar modal syariah di Tanah Air.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor UPI, Prof. Agus Rahayu. Ia menegaskan bahwa kehadiran pusat riset ini tidak hanya menjadi tempat penelitian akademik, tetapi juga mendorong inovasi dan pengembangan industri secara lebih luas.
Sebagai bagian dari acara peresmian, Direktur Utama BEI Iman Rachman juga memberikan kuliah umum kepada lebih dari 300 mahasiswa FPEB UPI. Kuliah yang bertajuk Capital Market for Sustainable Economic Growth in Indonesia ini menyoroti peran penting pasar modal dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kuliah tersebut, Iman menegaskan bahwa keterlibatan akademisi dalam industri pasar modal sangatlah penting. Ia mengajak mahasiswa untuk mulai mengenal dan berpartisipasi di dunia investasi sejak dini.
Dengan kehadiran Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI ini, diharapkan semakin banyak riset berkualitas yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







