Akurat Logo

IHSG Ditutup Menghijau, Saham Perbankan Jadi Top Gainers

Hefriday | 15 Januari 2025, 16:41 WIB
IHSG Ditutup Menghijau, Saham Perbankan Jadi Top Gainers

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (15/1/2025). IHSG naik 122,90 poin atau 0,02% ke level 7.079,56, mencerminkan optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia.

Di tengah kenaikan indeks ini, terdapat 37 saham yang mengalami penguatan, sementara 38 saham lainnya mencatatkan penurunan.

Penguatan IHSG hari ini didukung oleh performa cemerlang saham-saham sektor perbankan yang mendominasi daftar top gainer. Saham-saham emiten besar seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.

Baca Juga: Sesi I, IHSG Nanjak 0,62 Persen ke 6.999

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penopang utama penguatan IHSG dengan kenaikan 7,63%. Kinerja ini diikuti oleh Bank Negara Indonesia (BBNI) yang melonjak 6,78% dan Bank Mandiri (BMRI) yang naik 6,48%.

Selain itu, saham sektor properti seperti Pakuwon Jati (PWON) turut menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 5,26%. Bukalapak.com (BUKA), salah satu emiten teknologi, juga mencatatkan peningkatan 5,13%.

Penguatan saham-saham perbankan ini mencerminkan sentimen positif terhadap sektor keuangan, seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi dan stabilitas kebijakan moneter dari Bank Indonesia.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan dan masuk dalam daftar top loser. Saham Timah (TINS) mencatatkan penurunan terbesar sebesar 3,57%, diikuti oleh PP (Persero) (PTPP) yang turun 2,29%.

Saham-saham lain seperti Barito Pacific (BRPT), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Chandra Asri Pacific (TPIA) juga mengalami pelemahan masing-masing sebesar 2,06%, 1,53%, dan 1,11%.

Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh sentimen negatif di sektor komoditas, termasuk fluktuasi harga logam dan ketidakpastian pasar global.

Kenaikan IHSG di tengah pergerakan campuran saham menunjukkan selektivitas investor dalam memilih sektor dan emiten. Sentimen pasar yang positif terhadap sektor perbankan didukung oleh kinerja keuangan yang solid dan prospek cerah dalam menyalurkan kredit.

Sebaliknya, sektor komoditas menghadapi tantangan akibat volatilitas harga global, yang memengaruhi minat investor terhadap saham-saham di sektor ini. Kondisi ini menegaskan pentingnya diversifikasi portofolio dan analisis fundamental dalam pengambilan keputusan investasi.

Di tengah dinamika pasar, investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan. Memahami faktor-faktor makroekonomi, kebijakan moneter, dan tren industri menjadi kunci dalam menentukan strategi investasi yang tepat.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa