IHSG Ditutup Menghijau, Saham Perbankan Jadi Top Gainers

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (15/1/2025). IHSG naik 122,90 poin atau 0,02% ke level 7.079,56, mencerminkan optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia.
Di tengah kenaikan indeks ini, terdapat 37 saham yang mengalami penguatan, sementara 38 saham lainnya mencatatkan penurunan.
Penguatan IHSG hari ini didukung oleh performa cemerlang saham-saham sektor perbankan yang mendominasi daftar top gainer. Saham-saham emiten besar seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan lonjakan harga yang signifikan.
Baca Juga: Sesi I, IHSG Nanjak 0,62 Persen ke 6.999
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penopang utama penguatan IHSG dengan kenaikan 7,63%. Kinerja ini diikuti oleh Bank Negara Indonesia (BBNI) yang melonjak 6,78% dan Bank Mandiri (BMRI) yang naik 6,48%.
Selain itu, saham sektor properti seperti Pakuwon Jati (PWON) turut menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 5,26%. Bukalapak.com (BUKA), salah satu emiten teknologi, juga mencatatkan peningkatan 5,13%.
Penguatan saham-saham perbankan ini mencerminkan sentimen positif terhadap sektor keuangan, seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi dan stabilitas kebijakan moneter dari Bank Indonesia.
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan dan masuk dalam daftar top loser. Saham Timah (TINS) mencatatkan penurunan terbesar sebesar 3,57%, diikuti oleh PP (Persero) (PTPP) yang turun 2,29%.
Saham-saham lain seperti Barito Pacific (BRPT), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Chandra Asri Pacific (TPIA) juga mengalami pelemahan masing-masing sebesar 2,06%, 1,53%, dan 1,11%.
Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh sentimen negatif di sektor komoditas, termasuk fluktuasi harga logam dan ketidakpastian pasar global.
Kenaikan IHSG di tengah pergerakan campuran saham menunjukkan selektivitas investor dalam memilih sektor dan emiten. Sentimen pasar yang positif terhadap sektor perbankan didukung oleh kinerja keuangan yang solid dan prospek cerah dalam menyalurkan kredit.
Sebaliknya, sektor komoditas menghadapi tantangan akibat volatilitas harga global, yang memengaruhi minat investor terhadap saham-saham di sektor ini. Kondisi ini menegaskan pentingnya diversifikasi portofolio dan analisis fundamental dalam pengambilan keputusan investasi.
Di tengah dinamika pasar, investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan. Memahami faktor-faktor makroekonomi, kebijakan moneter, dan tren industri menjadi kunci dalam menentukan strategi investasi yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






