AKURAT.CO Emas putih semakin populer di kalangan masyarakat, tidak hanya sebagai perhiasan tetapi juga sebagai instrumen investasi yang menarik. Logam mulia ini memiliki karakteristik yang unik dibandingkan emas kuning, sehingga menawarkan berbagai keuntungan, baik dalam hal estetika maupun nilai investasi.
Dikutip dari beberapa sumber, Rabu (1/1/2025), Emas putih adalah campuran emas murni dengan logam lain, seperti perak, nikel, atau paladium, yang memberikan warna putih berkilau.
Kandungan emas murni dalam emas putih biasanya diukur dengan karat, seperti halnya emas kuning. Umumnya, emas putih yang digunakan untuk perhiasan memiliki kadar 18 karat, yang berarti mengandung 75% emas murni dan 25% logam campuran.
Baca Juga: Dikenal Sebagai Aset Safe Haven, Simak 5 Tips Investasi Emas
Warna putih yang khas pada emas putih diperoleh melalui lapisan rhodium, yang juga memberikan kilauan dan melindungi logam dari korosi. Namun, lapisan ini dapat memudar seiring waktu sehingga perlu dilakukan perawatan berkala.
Keuntungan Memiliki Emas Putih
1. Estetika Elegan
Emas putih memiliki tampilan yang modern dan elegan, cocok untuk digunakan dalam berbagai jenis perhiasan, seperti cincin, kalung, atau gelang. Warnanya yang netral membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana.
2. Ketahanan yang Baik
Dibandingkan dengan emas kuning, emas putih cenderung lebih tahan terhadap goresan karena campuran logam lain yang meningkatkan kekerasannya. Hal ini membuatnya cocok untuk perhiasan yang digunakan sehari-hari.
3. Nilai Investasi Stabil
Sebagai bagian dari logam mulia, emas putih juga memiliki nilai yang cenderung stabil dalam jangka panjang, sehingga dapat dijadikan pilihan untuk melindungi aset dari inflasi.
Meskipun sama-sama berasal dari emas murni, perbedaan utama antara emas putih dan emas kuning terletak pada campuran logamnya.
Emas kuning dicampur dengan perak atau tembaga, sehingga menghasilkan warna kuning alami. Sementara itu, emas putih menggunakan logam seperti nikel atau paladium untuk memberikan warna putih.
Dari segi harga, emas putih cenderung sedikit lebih mahal karena proses pelapisannya menggunakan rhodium, yang merupakan logam langka dan bernilai tinggi.
Tips Investasi Emas Putih
1. Perhatikan Kadar Karat
Pastikan Anda membeli emas putih dengan kadar karat yang jelas, seperti 18 karat atau 14 karat. Kadar karat memengaruhi nilai jual kembali emas tersebut.
2. Pilih Sertifikat Resmi
Investasi emas putih sebaiknya dilakukan melalui toko emas atau lembaga terpercaya yang memberikan sertifikat resmi. Sertifikat ini menjamin keaslian dan kadar emas.
3. Perawatan Berkala
Jika Anda membeli emas putih dalam bentuk perhiasan, lakukan perawatan secara berkala untuk menjaga lapisan rhodium tetap berkilau dan mencegah korosi.
4. Pahami Pasar
Seperti investasi emas kuning, harga emas putih dipengaruhi oleh fluktuasi pasar global. Pantau harga emas secara rutin untuk mengetahui waktu terbaik membeli atau menjual.
Meskipun memiliki banyak keunggulan, emas putih juga memiliki beberapa kekurangan. Lapisan rhodium yang membuat emas putih berkilau dapat memudar seiring waktu, sehingga perlu dilapisi ulang secara berkala. Selain itu, beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap logam campuran seperti nikel.
Emas putih cocok untuk investasi jangka panjang, terutama bagi mereka yang juga ingin memanfaatkan logam ini sebagai perhiasan. Namun, karena ada biaya tambahan untuk perawatan, investor perlu mempertimbangkan hal ini dalam strategi investasinya.
Keindahan emas putih membuatnya menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin memadukan investasi dengan gaya. Perhiasan emas putih tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga berfungsi sebagai aset yang bernilai tinggi.
Emas putih adalah alternatif menarik bagi mereka yang mencari logam mulia dengan estetika modern dan elegan. Selain itu, emas putih menawarkan stabilitas nilai yang menjadikannya pilihan investasi yang solid. Dengan memahami cara merawat dan berinvestasi dengan benar, emas putih dapat menjadi aset berharga untuk jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









