Pemegang Saham Pengendali Fortune Indonesia (FORU) Divestasi 1,5 Juta Saham

AKURAT.CO IMR Asia Holding Pte Ltd, pemegang saham pengendali Fortune Indonesia Tbk (FORU) baru saja melepaskan beberapa persen kepemilikannya atau divestasi.
Berdasarkan dokumen yang dirilis perusahaan dalam keterbukaan informasi BEI dengan nomor surat 055/FORU-CS/XI/2024, IMR Asia Holding Pte Ltd awalnya memegang 361.499.900 saham atau sekitar 77,7% dari total saham yang beredar di Fortune Indonesia Tbk.
Namun Pada tanggal 29 Oktober 2024, perusahaan melepas sebanyak 900.000 saham dengan harga Rp3.900 per saham. Dua hari kemudian, pada 31 Oktober, 338.400 saham kembali dilepas dengan harga Rp6.075 per saham.
Baca Juga: MIND ID Jadi ‘100 Indonesia Biggest Company 2024’ Versi Fortune Indonesia
Di awal bulan berikutnya, 1 November, IMR Asia Holding menjual 67.400 saham pada harga Rp7.050 per saham. Transaksi terakhir terjadi pada 4 November 2024, di mana 240.000 saham dijual pada harga Rp7.505 per saham.
Total saham yang dijual dalam periode tersebut berjumlah 1.545.800 unit atau senilai Rp7,83 miliar. Setelah transaksi ini, IMR Asia Holding tercatat memiliki 359.954.100 saham di Fortune Indonesia, atau sekitar 77,37% dari total kepemilikan saham.
"Penjualan ini merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan volume transaksi saham FORU di pasar saham," tulis manajemen FORU dikutip Rabu (6/11/2024).
Dengan langkah ini, manajemen berharap dapat mendorong minat investor ritel untuk berpartisipasi lebih aktif dalam saham FORU, yang pada akhirnya dapat memperkuat likuiditas pasar.
Asal tahu, Fortune Indonesia didirikan pada 1970, ketika Mochtar Lubis berafiliasi dengan Fortune International Australia dan mulai menjual saham ke publik pada 2002.
Saat ini perusahaan memiliki sejumlah entitas anak, termasuk Fortune Pramana Rancang (Fortune PR), PT Fortune Adwicipta penyedia jasa desain grafis dan PT Fortuna Network Indonesia menyediakan jasa komunikasi pemasaran terpadu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









