Akurat Logo

Dorong Pertumbuhan Kredit, BI Pererat Koordinasi dengan OJK

Silvia Nur Fajri | 3 Agustus 2024, 22:02 WIB
Dorong Pertumbuhan Kredit, BI Pererat Koordinasi dengan OJK

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengumumkan bahwa Bank Indonesia telah memperkuat koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan insentif likuiditas bagi bank-bank yang aktif dalam menyalurkan kredit.

Perry menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan akses kredit, terutama untuk sektor-sektor prioritas. "Dalam upaya mendukung pertumbuhan kredit, kami telah menambah insentif likuiditas secara signifikan," kata Perry dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (3/8/2024).

Ia mengungkapkan bahwa insentif likuiditas telah meningkat dari Rp165 triliun pada Maret menjadi Rp255,8 triliun pada Juni, dan direncanakan akan mencapai Rp280 triliun pada akhir tahun. Peningkatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bank-bank dapat lebih aktif dalam menyalurkan kredit.

Perry juga menjelaskan bahwa penambahan insentif likuiditas tersebut tidak hanya berlaku untuk bank-bank pemerintah, tetapi juga untuk bank-bank swasta dan bank pembangunan daerah. "Bank BUMN, bank swasta nasional, dan bank pembangunan daerah masing-masing menerima tambahan insentif likuiditas sesuai dengan kontribusi mereka dalam penyaluran kredit," jelas Perry.

Baca Juga: BI Waspadai 3 Rambatan Ekonomi Global

Selanjutnya, BI berkoordinasi dengan OJK untuk memastikan bahwa insentif ini tepat sasaran, terutama untuk sektor-sektor yang menjadi prioritas pemerintah. "Kami berkolaborasi dengan OJK untuk memastikan bahwa kredit disalurkan ke sektor-sektor seperti UMKM, perumahan, dan sektor hijau," kata Perry.

Ia menambahkan bahwa koordinasi ini penting untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Serta, Perry juga mengungkapkan bahwa pemberian insentif likuiditas kepada bank-bank yang aktif dalam menyalurkan kredit akan terus dipantau dan dievaluasi. "Kami akan terus memantau efektivitas insentif ini dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan untuk memastikan dampaknya yang maksimal," ujar Perry.

Sebagai bagian dari kebijakan ini, BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendukung stabilitas sektor keuangan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kebijakan stabilitas dan dukungan terhadap pertumbuhan kredit. "Kami memastikan bahwa kebijakan makroprudensial tidak mengganggu stabilitas pembiayaan dan kredit," kata Perry.

Selain itu, Perry menambahkan bahwa meskipun ada tantangan global, Bank Indonesia tetap berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang mendukung akses kredit. Serta, ia juga menyatakan bahwa Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa kebijakan insentif likuiditas berjalan efektif.

"Kami akan terus berusaha agar sektor keuangan dapat berfungsi secara optimal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas sektor keuangan melalui kebijakan yang terintegrasi dan kolaboratif," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.