Jasa Marga (JSMR) Depak Saratoga (SRTG) di Indeks LQ45 Terbaru

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perubahan pada indeks bergengsi LQ45 dalam upaya penyesuaian atau rebalancing. Berdasarkan data terbaru, saham PT Saratoga Investama Tbk (SRTG) tidak lagi termasuk dalam indeks LQ45.
Sebagai gantinya, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) telah menggantikan posisi SRTG dalam daftar tersebut. Perubahan ini akan berlaku mulai 1 Agustus 2024 hingga 31 Oktober 2024.
LQ45, yang merupakan singkatan dari Liquid 45, adalah indeks yang mencakup 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Indeks ini dirancang untuk memberikan rekomendasi saham kepada investor, termasuk pemula. Saham yang terdaftar di LQ45 adalah saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang signifikan.
Baca Juga: BEI Ubah Ketentuan Evaluasi Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80
Untuk masuk dalam indeks LQ45, saham harus memenuhi beberapa kriteria. Pertama, saham harus terdaftar di BEI minimal selama tiga bulan. Selain itu, saham tersebut harus berada di antara 60 saham dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler. Dari 60 saham tersebut, 30 dengan transaksi terbesar otomatis masuk dalam perhitungan LQ45.
Emiten yang terpilih untuk indeks LQ45 adalah berdasarkan kriteria seperti likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar. Penyesuaian jumlah saham dalam indeks akan dilakukan jika terjadi aksi korporasi seperti stock split, reverse stock, right issue, bonus saham, atau dividen saham.
Beikut daftar terbaru saham yang masuk dalam indeks LQ45.
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
- PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Bank Jago Tbk (ARTO)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
- PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
- PT XL Axiata Tbk (EXCL)
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
- PT Harum Energy Tbk (HRUM)
- PT Indofood CBP Tbk (ICBP)
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
- PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
- PT Gas Negara Tbk (PGAS)
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










