Menilik Prospek Saham Telekomunikasi di Tahun Politik

AKURAT.CO Industri telekomunikasi Indonesia menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2023. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Tanah Air yang ditunjukan melalui permintaan data dari pengguna terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Lantas bagaimana prospek dan target saham emiten teknologi atau telekomunikasi yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun politik 2024?
Mengutip laporan Mirae Asset Sekuritas, pemain utama sektor tersebut dikuasai oleh tiga emiten antara lain Telkom (TLKM), Indosat (ISAT) dan Xl Axiata (EXCL). Hal tersebut ditunjukkan melalui data pengguna dan pendapatan ketiga emiten tersebut yang melonjak tajam.
Alhasil, pendapatan data sejumlah perusahaan telekomunikasi meningkat tajam, sehingga mendorong pendapatan secara keseluruhan.
"Industri telekomunikasi Indonesia akan melanjutkan tren positifnya pada tahun 2024. Dengan perkiraan peningkatan penggunaan data oleh masyarakat dan penekanan pada perluasan bisnis fixed broadband, pertumbuhan kinerja di seluruh sektor dapat diantisipasi," tulis laporan Mirae dikutip Kamis (22/2/2024).
Mirae Asset Sekuritas pun memberikan rekomendasi trading buy untuk saham seluruh pemain utama termasuk Telkom (TLKM), Indosat (ISAT), dan XL Axiata (EXCL). Target harga saham TLKM sebesar Rp4.790, ISAT Rp11.150, dan EXCL Rp2.600.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
TLKM berhasil mencatat kinerja positif pada kuartal ketiga 2023. Pendapatan konsolidasi mencapai Rp111,2 triliun, meningkat 2,2% Year-on-Year (YoY), didorong oleh pertumbuhan bisnis Data, Internet & IT Services, serta IndiHome yang masing-masing tumbuh sebesar 4,8% dan 4,3% dari tahun sebelumnya.
EBITDA perusahaan telekomunikasi ini mencapai Rp59,1 triliun dengan EBITDA Margin 53,1%, mengalami peningkatan dari 52,2% pada semester satu. Laba bersih mencapai Rp19,5 triliun, tumbuh 17,6% YoY. Menariknya, biaya pemasaran mengalami penurunan sebesar 6,9% YoY menjadi Rp2,6 triliun berkat strategi promosi yang efektif.
Teranyar TLKM dan perusahaan anaknya, Telkomsat, resmi meluncurkan Satelit Merah Putih 2 dari Cape Canaveral, Florida, pada Selasa, 20 Februari 2024, kemarin. Satelit ini dirancang untuk memperkuat portofolio bisnis satelit Grup Telkom yang dikelola oleh Telkomsat.
Berdasarkan data RTI, pada perdagangan Kamis, 22 Februari 2024 hingga pukul 12.15 WIB, saham TLKM berhasil melaju ke level Rp4.10 per saham, atau turun 1,91 % dari harga penutupan kemarin.
Dengan merujuk harga saham tersebut yang dihitung berdasarkan target saham oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia, para investor yang membeli saham TLKM saat ini memiliki potensi keuntungan maksimal sekitar 15,98%.
PT Indosat Tbk (ISAT)
Indosat (ISAT) melaporkan perolehan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,71 triliun pada kuartal IV-2023, menandai peningkatan signifikan sebesar 95,7% dari kuartal sebelumnya yang mencapai Rp879 miliar.
Meskipun demikian, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun 2023 mencapai Rp4,5 triliun, mengalami penurunan sebesar 4,6% dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai Rp4,72 triliun.
Pendapatan total ISAT pada tahun 2023 mencapai Rp51,22 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,6% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp46,75 triliun. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan trafik data yang kuat sebesar 14,8% (year-on-year) selama tahun 2023.
Pada perdagangan Kamis, 22 Februari 2024, hingga pukul 12.15 WIB, harga saham emiten berkodekan ISAT berada di level Rp10.550 per saham. Nominal tersebut menguat sebesar 6,84% dari harga penutupannya.
Dengan merujuk harga saham tersebut yang dihitung berdasarkan target saham oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia, para investor yang membeli saham ISAT saat ini memiliki potensi keuntungan maksimal sekitar 8,25%.
PT XL Axiata Tbk (EXCL)
Emiten berkodekan EXCL mencatat laba bersih sebesar Rp1,28 triliun pada 2023, menunjukkan pertumbuhan sebesar 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,12 triliun.
Peningkatan laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 11%, mencapai Rp32,32 triliun dari Rp29,14 triliun. Selain itu, EBITDA juga mengalami peningkatan sebesar 12%, mencapai Rp15,89 triliun.
Peningkatan infrastruktur digital, kualitas jaringan, dan adopsi teknologi yang relevan di semua sektor bisnis telah meningkatkan kualitas layanan dan mendorong peningkatan trafik data. Hal ini berkontribusi pada peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU).
Selama tahun 2023, trafik data EXCL mengalami peningkatan sebesar 21%, mencapai 9.638 Petabytes dibandingkan dengan tahun 2022. Peningkatan ini mendorong kontribusi layanan data dan digital mencapai 91% dari total pendapatan, dengan basis pelanggan berkualitas mencapai 57,5 juta.
Pada perdagangan Kamis, 22 Februari 2024, hingga pukul 12.15 WIB, saham EXCL telah melaju ke level Rp2.320 per saham. Nominal tersebut menguat 4,04% dari harga penutupan kemarin.
Dengan merujuk harga saham tersebut yang dihitung berdasarkan target saham Toleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia, para investor yang membeli saham EXCL saat ini memiliki potensi keuntungan maksimal sekitar 14,04%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










