Akurat

Menanti Pertarungan Hibank Dan Bank Raya

Arief.Permana | 14 Juni 2023, 14:33 WIB
Menanti Pertarungan Hibank Dan Bank Raya

AKURAT.CO Tanah Air kedatangan bank digital baru, PT Bank Hibank Indonesia (dibaca Hai Bank). Bank yang menyasar segmen UMKM ini merupakan rebranding atau pergantian nama dan logo dari PT Bank Mayora yang sebelumnya pada 18 Mei 2022 resmi diakuisisi oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Lewat akuisisi tersebut, BNI kini menggenggam 63,92% saham Hibank dan sisanya 36,07% masih dimiliki PT Mayora Inti Utama. Dengan peran barunya sebagai Digital First SME Bank di Indonesia, Direktur Utama Hibank saat itu, Ricky Budiono berpesan bahwa perusahaan sebagai entitas dari BNI akan menghadirkan rangkaian produk dan layanan digital untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.

"Meskipun digadang menjadi bank digital, seluruh operasional kami saat ini tetap berjalan seperti biasa. Kantor-kantor cabang kami tetap melayani Bapak/Ibu nasabah seperti sediakala," kata Ricky Budiono dikutip Rabu (14/6/2023).

Dalam perjalanannya, Ricky digantikan oleh Jenny Wiriyanto, bankir yang juga menahkodai peer to peer lending Batumbu. Bersamaan dengan penunjukkan Jenny, pengangkatan manajemen baru pun telah dilakukan dan diharapkan dapat memperkuat struktur manajemen perseroan.

Menurut Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, direksi baru Hibank saat ini merupakan kombinasi yang ideal karena terdiri dari profesional dan expertise yang berasal dari berbagai latar belakang yaitu konsultan, startup, fintech, dan perbankan.

"Dengan transformasi tersebut diharapkan Hibank bisa menjadi penyedia solusi finansial terintegrasi berbasis digital khususnya pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," ucap Royke.

Pemilihan nama Hibank sendiri menurut Royke tidak sembarangan. Hibank merepresentasikan identitas yang sejalan dengan visi misi yang diusung perusahaan dan menggambarkan karakter bank digital yang ramah, sederhana, bersahabat, serta dapat diandalkan bagi UMKM agar mampu naik kelas atau melakukan lompatan lebih tinggi.

Hal ini diamini oleh Direktur Utama Hibank Jenny Wiriyanto yang menilai Hibank akan memantapkan peran sebagai orkestrator ekosistem bagi UMKM. Lewat beragam solusi digital terintegrasi, diharapkan bisa membantu UMKM tumbuh lebih tinggi dan berkelanjutan

Kinerja Kuartal I-2023 Hibank

Sebagai bank yang akan berhadapan langsung dengan Bank Raya milik BRI yang sama-sama membidik segmen bisnis UMKM, Hibank mencoba diferensiasi dengan fokus ke digitalisasi alur rantai pasok UMKM dari hulu ke hilir atau produsen ke end user.

Hibank terbilang agresif dengan menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sekitar 65% secara tahunan, dengan kualitas kredit yang terjaga lewat Non Performing Loan (NPL) di bawah 3%. Menilik laporan keuangan perusahaan, kredit yang diberikan mencapai Rp4,19 triliun di kuartal I-2023, naik 32,8% dari posisi sebelumnya Rp3,16 triliun.

Sementara secara kualitas kredit, NPL secara gross (kategori kurang lancar, diragukan dan macet) mencapai Rp93,5 miliar setara 2,22% membaik dari posisi kuartal I-2022 yang sebesar 3,63%.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga atau DPK (tabungan, giro, deposito) pada kuartal I-2023 cukup longgar yang tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 60,51%, membaik dari posisi sebelumnya 44,76%.

Sejalan dengan arah bisnis Hibank sebagai digital bank untuk UMKM, komposisi penyaluran kredit UMKM yang terus meningkat, dimana porsi penyaluran kredit kepada UMKM pada 31 Maret 2023 lalu tercatat mencapai Rp1,59 triliun (38,04% dari total kredit) dibanding Maret tahun 2022 yang sebesar Rp509,3 miliar (16,12% dari total kredit).

Lawan Hibank, Bank Raya juga menyiapkan berbagai produk misalnya Pinang Dana Talangan yang memberikan akses permodalan UMKM, dikombinasikan dengan Agen BRILink yang secara jaringan jauh lebih kuat hingga ke pelosok negeri atau 3 T (tertinggal, terdepan, terluar).

Produk digital lending Bank Raya dikatakan bersifat end-to-end untuk memudahkan nasabah UMKM dalam mengakses pinjaman di Bank Raya. Kurang lebih sama seperti produk terintegrasi yang ditawarkan Hibank.

Menariknya, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar pernah bilang pihaknya akan menggandeng mitra strategis yaitu tech partner dengan keahlian khusus dan visi yang sejalan untuk melengkapi kolaborasi yang akan dibangun oleh perseroan dan Mayora Group.

Ia menekankan, biaya operasional terlalu tinggi jika perusahaan menggunakan model bisnis konvensional untuk Bank Mayora. Untuk itu, perusahaan ingin membangun bank digital dari Bank Mayora dengan biaya operasional serendah mungkin. Itu pula mengapa tahun ini Hibank memutuskan untuk menutup sejumlah kantor fisik, seperti KCP Gunung Garuda dan Antasari Lampung. Biar lebih ramping dan efisien!

Di Tepian Jurang

Tradisi Grup BNI berbisnis dengan cara menyerempet rekan sesama Himpunan Bank Negara (Himbara) sebetulnya bukan hal baru. Misalnya saja positioning corporate banking perusahaan dimana segmen yang digarap juga bersinggungan dengan Bank Mandiri juga menyentuh nasabah internasional.

Sering menjadi pertanyaan kenapa BNI harus berbeda dengan Bank Mandiri meski segmen nasabah yang dilayani sama? Bahkan dalam sebuah acara investor relation update baru-baru ini di Hong Kong, Direktur Wholesale & International Banking BNI, Silvano Winston Rumantir kerap ditanya mengapa BNI harus berbeda dengan Bank Mandiri? Jawaban yang ia berikan kala itu adalah memberikan pilihan kepada nasabah.

“Bagus buat industri perbankan dan customer kalau punya pilihan. Dua bank sehat yang dikelola profesional melayani segmen yang mirip memang apa salah? Meski sama dengan Bank Mandiri, yang bikin BNI berbeda ada elemen internationalnya yang lebih strong dan bisa dioptimalkan lagi. Bank Mandiri kan juga punya elemen international tapi mungkin ekspektasi dari Pemegang Saham Pengendali (Kementerian BUMN) untuk international lebih ke kita,” kata Silvano.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y