AKURAT.CO, Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dipercaya menjadi Komisaris OnlinePajak untuk memberikan arahan dan nilai strategis yang lebih dalam menjalankan perusahaan.
Nama Gita Wirjawan yang sudah dikenal luas dalam kabinet sebelumnya, terutama di dunia investasi juga harum di ranah pemerintahan. Pada Oktober 2011, ia didaulat menjadi Menteri Perdagangan. Gita lah yang berhasil mengolkan UU Perdagangan berhasil disetujui oleh DPR yang merupakan sebuah penanda signifikan untuk Indonesia setelah dalam kurun waktu 80 tahun menggunakan UU peninggalan Belanda.
Menurut pria lulusan Harvard University itu, demi mencapai target pengumpulan pajak Indonesia sebesar 1.423,9 triliun di 2018, perlu adanya kerja sama yang baik dari pemerintah, pengusaha, dan penyedia jasa aplikasi sebagai penyokong teknologi di sistem perpajakan.
“Kami siap berkontribusi sebagai bagian dari reformasi pajak membantu pemerintah dari segi teknologi demi memajukan Indonesia,” ujar Gita dalam keterangan persnya di Jakarta belum lama ini.
Gita menambahkan, dukungan Automatic Exchange of Information (AEoI) bakal sangat berpengaruh terhadap penerimaan pajak. Melalui AEoI basis pajak dapat meningkat dan tak ada lagi praktik penghindaran pajak serta erosi perpajakan di tahun ini. Begitu pula dengan penguatan data dan sistem informasi perpajakan.
“Kita tidak bisa mendahului teknologi, namun bisa berjalan berdampingan dengan perkembangannya. Artinya, sistem perpajakan harus benar-benar canggih dan menggunakan teknologi terkini, sehingga semua bisa lebih cepat dan efektif seperti yang diusung OnlinePajak,” tutur pria kelahiran 21 September 1965 itu.
Pendiri OnlinePajak Charles Guinot berharap dengan bergabungnya Gita Wirjawan dengan OnlinePajak dapat menularkan hawa positif bagi perusahaan. Tahun lalu, OnlinePajak berhasil mengumpulkan pajak lebih dari 40 triliun. “Kami yakin dapat berkontribusi lebih baik lagi bagi Indonesia dan menargetkan pengumpulan pajak lebih banyak lagi,” kata Charles.
OnlinePajak yang telah mengantongi ISO sistem manajemen keamanan informasi, membantu perusahaan untuk mempersiapkan, menyetor, dan melapor pajak melalui satu aplikasi terpadu, yang sepenuhnya terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak. Aplikasi ini membuat pembayaran pajak menjadi mudah, cepat, dan efisian: hanya dibutuhkan lima menit untuk melakukannya.
Bukan 221 jam seperti waktu rata-rata yang diperlukan untuk menyelesaikan semua pembayaran pajak secara benar dan sesuai dengan aturan dalam setiap tahunnya (studi Paying Taxes 2017 yang dilakukan Bank Dunia dan Pricewaterhouse Coopers). Tak dapat dipungkiri, memperlancar proses perpajakan pada akhirnya akan membantu meningkatkan kepatuhan dan pendapatan pajak negara.
Saat ini, OnlinePajak telah dipercaya lebih dari 500 ribu penggunanya sebagai penyedia jasa aplikasi, termasuk di antaranya Garuda Indonesia, Telkomsel, Waskita Karya, Go-Jek, Bank Mandiri, PT Astra Otoparts Tbk, dan Huawei Tech Investment. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 4Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 5Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 6Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot





