Akurat Logo

Batavia Raih Peringkat Tertinggi Pefindo, Ini Penilaian untuk 3 Reksa Dananya

Idham Nur Indrajaya | 25 Oktober 2026, 14:05 WIB
Batavia Raih Peringkat Tertinggi Pefindo, Ini Penilaian untuk 3 Reksa Dananya
Batavia memperoleh peringkat tertinggi dari Pefindo. Simak penilaian tiga reksa dana, pertumbuhan AUM, dan ekspansi bisnisnya pada 2026. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Kepercayaan investor terhadap pengelolaan dana tidak hanya ditentukan oleh potensi keuntungan, tetapi juga kualitas manajer investasi dan risiko produk yang dipilih. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) memperoleh peringkat tertinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), baik untuk kualitas pengelolaan perusahaan maupun tiga produk reksa dana yang diikutsertakan dalam penilaian.

Batavia meraih peringkat idMIA-1 untuk kategori manajer investasi, sedangkan Batavia Dana Kas Maxima, Batavia Dana Obligasi Ultima, dan Batavia Obligasi Negara Indonesia masing-masing memperoleh peringkat kualitas kredit idAAA(f). Pencapaian ini hadir ketika dana kelolaan reksa dana Batavia tumbuh 23,9% hingga akhir September 2026, berlawanan dengan kontraksi industri reksa dana Indonesia sebesar 5,6%.

Apa Arti Peringkat Tertinggi Pefindo bagi Batavia?

Peringkat idMIA-1 merupakan penilaian tertinggi dalam kategori manajer investasi yang mencerminkan kemampuan dan kualitas pengelolaan dana pada tingkat superior. Sementara itu, peringkat idAAA(f) mencerminkan kualitas kredit tertinggi untuk reksa dana berdasarkan penilaian Pefindo, termasuk tingkat proteksi superior terhadap risiko kerugian akibat kemungkinan gagal bayar aset efek dalam portofolio.

Kedua peringkat tersebut memiliki objek penilaian berbeda. Peringkat manajer investasi berkaitan dengan kualitas perusahaan dalam mengelola dana, sedangkan peringkat reksa dana berfokus pada kualitas kredit produk yang dinilai. Karena itu, investor perlu memahami makna masing-masing peringkat sebelum menjadikannya pertimbangan dalam memilih produk investasi.

Dalam penilaian manajer investasi, Pefindo mempertimbangkan sejumlah aspek yang mencakup pertumbuhan dan stabilitas dana kelolaan, kinerja serta volatilitas produk, kesehatan keuangan perusahaan, manajemen risiko, dan proses investasi. Penilaian juga mencakup kualitas riset dan analisis, infrastruktur operasional, kualitas tim investasi, serta layanan nasabah.

Adapun penilaian reksa dana meliputi kinerja dan volatilitas, serta kualitas portofolio yang mencakup aspek konsentrasi dan likuiditas. Dengan cakupan tersebut, penilaian tidak semata-mata berfokus pada hasil investasi, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik dan kualitas aset yang dikelola.

Presiden Direktur Batavia, Lilis Setiadi, mengatakan transparansi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor. Menurut dia, masyarakat perlu memperoleh informasi yang memadai mengenai manajer investasi dan produk reksa dana sebelum mengambil keputusan.

“Kepercayaan investor dibangun melalui transparansi,” kata Lilis melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, perusahaan menjalani penilaian independen oleh Pefindo sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi sekaligus upaya menyediakan referensi objektif bagi masyarakat. Hasil penilaian tersebut diharapkan membantu investor mengambil keputusan secara bijak, terukur, dan cermat.

Sejalan dengan POJK Nomor 15 Tahun 2025, Batavia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam industri pengelolaan investasi. Langkah ini relevan karena investor membutuhkan informasi yang tidak hanya menjelaskan potensi hasil, tetapi juga karakteristik produk dan risiko yang menyertainya.

Baca Juga: AUM Batavia Tumbuh 14,3 Persen pada September 2026 di Tengah Lesunya Industri Reksa Dana

Baca Juga: Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Gabungkan Lari dengan Investasi Reksa Dana

Tiga Reksa Dana Batavia Raih Peringkat idAAA(f), Apa Perbedaannya?

Ketiga reksa dana Batavia yang memperoleh peringkat tertinggi memiliki strategi investasi berbeda. Batavia Dana Kas Maxima berfokus pada instrumen pasar uang, sedangkan Batavia Dana Obligasi Ultima dan Batavia Obligasi Negara Indonesia merupakan reksa dana pendapatan tetap dengan fokus portofolio yang tidak sepenuhnya sama.

Perbedaan tersebut penting dipahami karena peringkat yang sama tidak berarti setiap produk memiliki tingkat volatilitas, komposisi aset, dan kesesuaian tujuan investasi yang identik.

1. Batavia Dana Kas Maxima

Batavia Dana Kas Maxima merupakan reksa dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun.

Produk ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dan menjaga likuiditas dengan tetap mempertahankan nilai modal. Pefindo memberikan peringkat idAAA(f) kepada reksa dana tersebut.

Berdasarkan data Batavia, dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Batavia Dana Kas Maxima mencapai Rp13,4 triliun per 30 September 2026. Nilai tersebut menjadikannya reksa dana pasar uang terbesar di Indonesia menurut informasi yang disampaikan perusahaan.

Besarnya dana kelolaan menunjukkan skala aset yang dikelola produk tersebut. Namun, AUM yang besar tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu produk paling sesuai bagi semua investor.

Bagi masyarakat yang mempertimbangkan reksa dana pasar uang, karakteristik instrumen, kebutuhan likuiditas, biaya, dan tujuan penggunaan dana tetap perlu diperiksa. Produk ini juga tidak boleh dianggap bebas risiko hanya karena memperoleh peringkat tertinggi.

2. Batavia Dana Obligasi Ultima

Batavia Dana Obligasi Ultima merupakan reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada efek utang yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia dan/atau korporasi.

Produk tersebut bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dengan tetap mempertahankan nilai modal dalam jangka menengah. Pefindo memberikan peringkat idAAA(f)/S2, yang menunjukkan kualitas kredit tertinggi dengan klasifikasi volatilitas rendah hingga moderat berdasarkan informasi perusahaan.

Dari sisi kinerja, Batavia Dana Obligasi Ultima mencatatkan hasil akumulatif sebesar 11,61% selama periode tiga tahun hingga akhir September 2026.

Angka tersebut memberikan gambaran mengenai kinerja historis produk dalam periode yang disebutkan. Meski demikian, kinerja akumulatif tiga tahun tidak sama dengan imbal hasil tahunan dan tidak menjamin hasil serupa pada periode berikutnya.

Sebagai reksa dana pendapatan tetap, produk ini memiliki karakteristik berbeda dari reksa dana pasar uang. Nilai investasi reksa dana berbasis obligasi dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar, termasuk perubahan suku bunga dan penilaian investor terhadap risiko penerbit surat utang.

3. Batavia Obligasi Negara Indonesia

Batavia Obligasi Negara Indonesia juga merupakan reksa dana pendapatan tetap, tetapi fokus investasinya berada pada obligasi pemerintah Republik Indonesia.

Produk ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana dalam jangka menengah. Pefindo memberikan peringkat idAAA(f)/S3, yang mencerminkan kualitas kredit tertinggi dengan klasifikasi volatilitas moderat berdasarkan informasi Batavia.

Hingga akhir September 2026, Batavia Obligasi Negara Indonesia mencatatkan kinerja akumulatif sebesar 12,65% selama tiga tahun.

Secara angka, kinerja historis tersebut lebih tinggi daripada kinerja akumulatif Batavia Dana Obligasi Ultima pada periode yang sama. Selisihnya mencapai 1,04 poin persentase.

Namun, perbandingan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Batavia Obligasi Negara Indonesia akan selalu memberikan hasil lebih tinggi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan, sedangkan perbedaan fokus portofolio dan klasifikasi volatilitas perlu menjadi pertimbangan tersendiri.

Investor juga perlu memahami bahwa obligasi pemerintah tidak membuat nilai reksa dana menjadi tetap. Harga obligasi dapat berubah mengikuti kondisi pasar sehingga nilai aktiva bersih reksa dana pendapatan tetap tetap berpotensi mengalami fluktuasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.