Akurat

Upbit Indonesia Soroti Relevansi Kripto dalam Perencanaan Dana Pensiun

Wahyu SK | 30 Januari 2026, 14:56 WIB
Upbit Indonesia Soroti Relevansi Kripto dalam Perencanaan Dana Pensiun

AKURAT.CO Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi alternatif untuk dana pension menunjukkan pertumbuhan.

Di tengah keterbatasan imbal hasil dari instrumen konvensional, aset digital seperti kripto mulai dipertimbangkan sebagai salah satu opsi diversifikasi dalam strategi perencanaan pensiun.

Tren ini tidak terlepas dari perubahan perilaku investor muda yang semakin terbuka terhadap teknologi dan inovasi finansial, serta keinginan untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.

Peluang Kripto dalam Perencanaan Dana Pensiun

Sebagai kelas aset yang relatif baru, kripto menawarkan sejumlah peluang menarik bagi investor jangka panjang. Salah satunya adalah potensi pertumbuhan nilai yang tinggi, terutama pada aset kripto dengan fundamental yang kuat dan tingkat adopsi global yang terus berkembang.

Selain itu, aksesibilitas menjadi keunggulan lain karena investasi kripto dapat dimulai dengan nominal relatif terjangkau melalui platform digital.

Menanggapi tren ini, Resna Raniadi selaku COO Upbit Indonesia, mengatakan bahwa kripto kerap dilirik karena menawarkan akses yang mudah serta peluang imbal hasil yang menarik, terutama bagi investor yang memahami karakteristik aset digital.

"Kami melihat semakin banyak generasi produktif yang mulai memikirkan dana pensiun sejak dini dan mencari alternatif investasi dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Kripto kerap dilirik karena menawarkan akses yang mudah serta peluang imbal hasil yang menarik, terutama bagi investor yang memahami karakteristik aset digital," jelas Resna melalui keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Upbit Indonesia Sambut Kehadiran ICEX, Dorong Ekosistem Kripto yang Lebih Kompetitif

Risiko dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Di sisi lain, investasi kripto juga memiliki risiko yang perlu dicermati, terutama terkait volatilitas harga serta perkembangan regulasi yang terus berjalan.

Sejalan dengan semakin aktifnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menggencarkan edukasi, pengawasan, dan penguatan kerangka regulasi aset digital melalui program Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan), investor diharapkan dapat semakin memahami risiko serta hak dan kewajibannya.

"Volatilitas menjadi karakteristik utama kripto, sehingga tidak ideal jika dijadikan instrumen tunggal untuk dana pensiun. Investor perlu memahami risikonya dan menghindari keputusan impulsif," kata Resna.

Ia juga menambahkan pentingnya memastikan aktivitas investasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Investor sebaiknya menggunakan platform yang berizin dan diawasi regulator, serta mengikuti perkembangan regulasi agar investasi dapat dilakukan secara lebih aman," ujar Resna.

Baca Juga: Upbit Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekosistem Blockchain Lewat Program Edukasi Intensif dan Kepedulian Sosial

Praktik Terbaik Mempertimbangkan Kripto untuk Dana Pensiun

Upbit Indonesia menekankan pentingnya pendekatan yang bijak dan teredukasi dalam mempertimbangkan kripto sebagai bagian dari perencanaan pensiun.

Beberapa praktik terbaik yang dapat diterapkan antara lain:
● Memahami profil risiko pribadi dan tujuan keuangan jangka Panjang.
● Mengalokasikan dana kripto secara proporsional dalam portofolio, bukan secara berlebihan.
● Memilih aset kripto dengan fundamental yang jelas dan likuiditas memadai.
● Mengadopsi strategi investasi jangka panjang, bukan spekulasi jangka pendek.
● Terus mengikuti perkembangan regulasi dan meningkatkan literasi aset digital.

Dengan pendekatan yang tepat, kripto dapat berperan sebagai pelengkap dalam perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun, selama tetap disertai pemahaman risiko dan pengelolaan yang disiplin.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK