Herman Khaeron Apresiasi Kinerja BNI dan BTN di Tengah Tekanan Global

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengapresiasi kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di tengah tekanan ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian.
Herman menilai capaian kedua bank pelat merah tersebut mencerminkan ketahanan sektor perbankan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga kebijakan proteksionisme perdagangan.
“Di tengah tantangan global yang semakin berat, kinerja BNI dan BTN menunjukkan ketahanan serta keandalan manajerial perbankan Indonesia. Secara umum, indikator kinerjanya sudah cukup baik dan perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Herman dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama jajaran direksi di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia juga menyoroti rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan yang dinilai masih terkendali. Sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL perbankan nasional tercatat stabil di bawah 3 persen.
“Kondisi ini mencerminkan kualitas aset perbankan yang relatif terjaga serta aktivitas sektor ekonomi riil yang masih tumbuh,” ujarnya.
Khusus BNI, Herman menilai komposisi penyaluran kredit yang berimbang di berbagai sektor—mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa—berpotensi menjadikan BNI sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: 27 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga
Berdasarkan laporan kinerja keuangan perseroan, pertumbuhan kredit BNI ditopang oleh segmen korporasi, konsumer, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ke depan, Herman mendorong BNI untuk memperbesar skala bisnis, terutama melalui percepatan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Ia juga menekankan pentingnya penguatan keamanan siber seiring meningkatnya transaksi digital.
“OJK telah menegaskan bahwa ketahanan sistem teknologi informasi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas perbankan di era digital,” katanya.
Selain itu, Herman mendorong penguatan segmen korporasi dan bisnis global BNI agar mampu bersaing dengan bank-bank internasional.
Ia menilai ekspansi BNI di luar negeri, khususnya dalam mendukung pembiayaan perdagangan serta layanan bagi diaspora Indonesia, menunjukkan perkembangan yang positif.
Sementara itu, untuk BTN, Herman menyatakan dukungan terhadap peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), terutama yang berkaitan dengan sektor perumahan. Ia menilai realisasi KUR BTN relatif baik dibandingkan bank lainnya.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan sektor perumahan memiliki efek berganda yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Penambahan kuota KUR BTN dapat mendorong pengembang kecil dan menengah meningkatkan pembangunan perumahan rakyat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan hunian,” kata Herman.
Di akhir pernyataannya, Herman juga mengapresiasi peningkatan kualitas layanan perbankan, seraya mengingatkan agar pelayanan prima dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Wabah Virus Nipah di India Picu Kewaspadaan Asia, Bandara Perketat Pemeriksaan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










