Misbakhun: Kunci Nol Defisit Ada pada Peningkatan Tax Ratio

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menghadapi tantangan besar sejak awal menjabat, salah satunya mewujudkan target ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai APBN nol defisit (zero deficit).
Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Mukhammad Misbakhun, menyebut hal itu hanya bisa dicapai jika ada peningkatan signifikan pada tax ratio.
“Sekarang tax ratio kita masih di bawah 10 persen. Kalau penerimaan pajak tidak memenuhi target, maka defisit akan sulit ditutup. Jadi, PR utama Pak Purbaya adalah menaikkan tax ratio,” ujar Misbakhun dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, tanpa penguatan basis pajak, beban defisit akan terus ditutup melalui utang. Hal ini berisiko memperbesar biaya bunga yang kini sudah menembus hampir Rp800 triliun per tahun.
Baca Juga: Misbakhun Bangga Puteri Komarudin Masuk Bursa Menpora: Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden
Misbakhun menyoroti fakta bahwa imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan. Jika Malaysia hanya sekitar 1%, Thailand 2%, dan Filipina 3%, Indonesia masih berkisar 6-7%.
“Bunga obligasi kita dua kali lipat lebih tinggi. Bahkan dibanding Singapura, bisa enam kali lipat. Ini harus jadi perhatian serius,” katanya.
Menurutnya, dengan kredibilitas internasional yang kuat, seharusnya Indonesia mampu menekan biaya pinjaman agar ruang fiskal tidak terkuras untuk pembayaran bunga.
Misbakhun menekankan, APBN bukan sekadar angka, tetapi instrumen utama untuk mewujudkan visi Presiden. Karena itu, Menteri Keuangan harus mampu menyelaraskan kebijakan fiskal dengan agenda politik pembangunan.
“Pak Presiden sudah menegaskan, ini adalah APBN pertama yang beliau susun. Maka Pak Purbaya harus memastikan setiap rupiah belanja negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegas Misbakhun.
Baca Juga: Misbakhun Dorong Penurunan PPN Jadi 10 Persen: Ini Tuntutan Masyarakat yang Harus Didengar
Selain tugas fiskal, Purbaya juga berperan sebagai koordinator Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Posisi ini menuntutnya sigap dalam mengantisipasi gejolak makroekonomi maupun krisis di sektor keuangan.
“Seorang Menteri Keuangan tidak hanya bicara fiskal, tapi juga moneter, stabilitas sistem keuangan, dan koordinasi lintas lembaga. Peran itu sangat strategis,” kata Misbakhun.
Lebih jauh, Misbakhun menilai publik menunggu tawaran baru Purbaya setelah sekian lama kebijakan fiskal identik dengan gaya Sri Mulyani. Desain baru ini, katanya, harus menjawab tantangan era digital, peningkatan penerimaan pajak, serta kesejahteraan masyarakat.
“Konsep-konsep Bu Sri Mulyani sudah kita tahu. Sekarang, apa desain baru Pak Purbaya? Itu yang ditunggu,” ujarnya.
Misbakhun mengaku optimistis dengan pilihan Presiden Prabowo. Ia menilai Purbaya memiliki kapasitas intelektual, pengalaman panjang, dan legitimasi politik yang kuat untuk membawa perubahan.
“Harapan masyarakat besar sekali. Pak Purbaya harus menjawabnya dengan kerja nyata. Kalau berhasil, maka beliau akan mematahkan semua mitos yang selama ini berkembang,” pungkas Misbakhun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








