Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 8 Persen

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tekad pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam beberapa tahun mendatang.
Dirinya menilai target ambisius ini bukan sekadar mimpi, melainkan syarat mutlak agar Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju.
Menurut Purbaya, pengalaman sejarah menunjukkan pola yang sama di negara-negara yang berhasil. Jepang, Korea Selatan, dan China mampu mencatat pertumbuhan ekonomi dua digit dalam periode panjang sebelum akhirnya menjadi kekuatan global.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Harus Hati-hati Bicara di Depan Publik
“Kalau kita hanya tumbuh 5 persen, maka kita akan selamanya terjebak di middle income trap,” ujarnya dalam diskusi Transformasi Ekonomi Nasional Pertumbuhan Inklusif Menuju 8% di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Middle income trap atau jebakan pendapatan menengah adalah kondisi ketika sebuah negara gagal meningkatkan pendapatan per kapita karena pertumbuhan ekonominya stagnan.
Purbaya menyoroti kondisi pasca-krisis 1998 yang membuat Indonesia kesulitan keluar dari angka pertumbuhan 5%. Padahal sebelum krisis, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,5%.
Kunci pertumbuhan tinggi, menurutnya, ada pada pengelolaan permintaan domestik yang kuat. Saat ini, konsumsi dan investasi menyumbang hampir 90% perekonomian Indonesia.
Namun, kebijakan yang tidak konsisten sering kali justru menghambat potensi tersebut.
Baca Juga: IHSG Sesi I Naik 0,8 Persen, Pasar Respons Positif Komentar Menkeu Purbaya
Selain itu, ia menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya didorong oleh pemerintah atau swasta saja. Keduanya harus bergerak seiring agar mesin ekonomi berjalan optimal.
Dalam jangka pendek, Purbaya berencana mempercepat belanja negara agar efek pembangunan segera dirasakan. Ia bahkan menyiapkan tim khusus di Kementerian Keuangan untuk memantau serapan anggaran kementerian dan lembaga.
Dirinya juga membuka kemungkinan pelonggaran transfer ke daerah guna menjaga stabilitas sosial politik. Menurutnya, pembangunan yang merata akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Optimisme ini dilandasi keyakinan bahwa Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan gejolak global.
“Nasib kita ada di tangan kita sendiri,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan








