Akurat Logo

OJK Dorong Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Hefriday | 25 Agustus 2025, 18:34 WIB
OJK Dorong Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masih terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga kredit perbankan. Hal ini sejalan dengan tren penurunan suku bunga global serta kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memangkas BI-Rate menjadi 5% per 20 Agustus 2025.

Namun demikian, OJK menegaskan realisasi penurunan bunga kredit tetap bergantung pada struktur biaya dana atau cost of fund (CoF) masing-masing bank. Sebab, sebagian bank masih mengandalkan dana mahal, terutama deposito berjangka, dalam komposisi dana pihak ketiga (DPK).
 
“Kami mendorong bank untuk mengelola strategi pendanaan dengan meningkatkan porsi dana murah. Dengan begitu, ruang penurunan bunga kredit bisa lebih signifikan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (25/8/2025).
 
OJK mencatat, seiring dengan penurunan BI-Rate, suku bunga kredit perbankan menunjukkan tren menurun. Pada Juli 2025, rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah tercatat turun 7 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama pada kredit produktif.
 
 
Menurut Dian, biasanya penurunan suku bunga acuan baru diikuti penyesuaian bunga kredit setelah jeda waktu tertentu. Karena itu, tren penurunan suku bunga kredit diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2025.
 
Meski begitu, OJK mengingatkan agar bank tidak terjebak dalam persaingan bunga yang tidak sehat. Penurunan bunga kredit, kata Dian, harus dilakukan bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan kesehatan keuangan bank.
 
Selain itu, industri perbankan juga diminta menjaga transparansi serta melindungi konsumen, terutama dalam penyampaian informasi terkait produk perbankan. OJK menekankan perlunya kejelasan agar masyarakat memahami risiko dan manfaat dari produk yang mereka gunakan.
 
Hasil revisi Rencana Bisnis Bank Umum (RBB) pada paruh pertama 2025 menunjukkan adanya penyesuaian target yang lebih konservatif. Hal ini disebabkan dinamika global dan perubahan kondisi makroekonomi yang menuntut kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit.
 
Kendati demikian, OJK tetap memproyeksikan kinerja perbankan 2025 stabil, dengan pertumbuhan kredit yang sedikit termoderasi. Perbankan diperkirakan tetap ekspansif pada sektor-sektor produktif yang berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional, meski lebih selektif terhadap segmen berisiko tinggi.
 
Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) pada kuartal III 2025 juga menunjukkan optimisme bank umum. Persepsi positif itu didorong oleh keyakinan akan membaiknya kondisi makroekonomi domestik dan kemampuan bank dalam mengelola risiko.
 
Optimisme tersebut turut ditopang oleh proyeksi pertumbuhan DPK dan penyaluran kredit, yang diperkirakan akan mendongkrak laba serta permodalan perbankan. Penurunan BI-Rate sebelumnya, yakni pada Mei dan Juli 2025, juga telah menekan biaya kredit dan berpotensi meningkatkan permintaan pembiayaan.
 
Dari sisi pendanaan, pertumbuhan DPK diperkirakan semakin kuat didukung strategi peningkatan dana murah, masuknya dana pemerintah pusat ke bank daerah, serta peningkatan dana dari nasabah korporasi pada kuartal III 2025.
 
“OJK meminta perbankan untuk terus adaptif dan inovatif menghadapi perubahan kondisi makroekonomi. Tujuannya bukan hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tapi juga mendorong pemulihan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” kata Dian.
 
OJK menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan sektor perbankan, termasuk potensi gangguan terhadap kinerja dan stabilitas sistem keuangan. Koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan lembaga terkait akan terus dilakukan guna memastikan kontribusi sektor perbankan terhadap perekonomian nasional semakin optimal.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa