Dahsyatnya Tarif Trump Sampai Bitcoin Keok ke Bawah USD80.000
Hefriday | 7 April 2025, 11:11 WIB

AKURAT.CO Dunia kripto lagi-lagi diguncang. Dalam 24 jam terakhir, pasar aset digital ini mengalami penurunan tajam yang bikin jantung para investor berdebar kencang.
Harga Bitcoin yang sempat melesat beberapa waktu lalu, kini harus gigit jari setelah anjlok ke angka USD77.920 per koin, atau turun 6,47% setara Rp1,32 miliar (dengan kurs Rp16.844) pada perdagangan Senin (7/4/2025) pagi pukul 11.05 WIB.
Dikutip dari data Coinmarketcap, Senin (7/4/2025), kapitalisasi pasar kripto global turun 7,41% menjadi USD2,48 triliun.
Angka ini bikin banyak pelaku pasar garuk-garuk kepala, apalagi Bitcoin yang selama ini dianggap "raja kripto" juga ikut terseret 6 persen lebih dalam sehari.
Tak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga tak luput dari badai. Kripto terbesar kedua ini jatuh 12,93% ke level USD1.576 per koin. Binance Coin (BNB) pun ikut tumbang, turun 5,9% ke level USD557 per koin.
Baca Juga: Fed Rate Ditahan, Bitcoin Melonjak Tajam
Semua ini menggambarkan betapa dalamnya dampak aksi jual besar-besaran yang melanda pasar dalam 24 jam terakhir.
Menurut laporan dari Coindesk, penurunan ini disebabkan oleh kepanikan investor yang memuncak bersamaan dengan dibukanya pasar berjangka saham Amerika Serikat.
Nasdaq 100 turun 5% dan S&P 500 koreksi 4,5% dalam sesi pembukaan. Ketakutan akan ketidakpastian ekonomi global semakin menjadi, dan kripto pun ikut kena getahnya.
Yang cukup ironis, aset kripto sebelumnya sempat disebut sebagai ‘safe haven’ atau aset lindung nilai.
Tapi kali ini, alih-alih jadi tempat aman, kripto justru ikut terombang-ambing oleh gejolak kebijakan global, terutama akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang dinilai agresif terhadap negara mitra dagang AS.
Media sosial X (dulu Twitter) pun ramai dengan tagar #BlackMonday. Istilah ini merujuk pada peristiwa di tahun 1987 ketika Dow Jones anjlok hampir 25% dalam sehari.
Banyak warganet menyamakan kondisi saat ini dengan momen kelam tersebut, terutama setelah bursa saham dan pasar kripto mengalami koreksi tajam secara bersamaan.
Miliarder hedge fund, Bill Ackman, bahkan ikut bersuara. Ia menyebut kebijakan tarif Trump sebagai ‘perang nuklir ekonomi’ yang bisa melumpuhkan aktivitas bisnis global.
Dalam cuitannya, Ackman memperingatkan bahwa dampak dari kebijakan ini bisa menghancurkan reputasi ekonomi AS dan membuat konsumen serta pelaku usaha kehilangan kepercayaan.
"Jika kita benar-benar masuk ke dalam perang ekonomi global, dunia akan berpaling. Pemulihannya bisa butuh waktu sangat lama," tulisnya di platform X.
Ia pun mengajak Trump untuk menjadikan hari Senin sebagai momen refleksi dan perbaikan terhadap kebijakan tarif agar tidak memicu krisis global yang lebih besar.
Sinyal pelarian investor ke aset yang lebih aman juga mulai terlihat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 14 basis poin menjadi 3,85%.
Penurunan ini menunjukkan bahwa investor mulai meninggalkan pasar berisiko dan mencari perlindungan di instrumen yang lebih stabil.
Kondisi saat ini seolah jadi pengingat bahwa pasar kripto bukanlah tempat tanpa risiko. Volatilitas tinggi, sentimen global, dan kebijakan ekonomi dari negara adidaya tetap punya dampak besar terhadap harga aset digital.
Para investor pun disarankan untuk tetap waspada dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Meski begitu, bukan berarti ini akhir dari dunia kripto. Pasar ini dikenal dinamis dan penuh kejutan.
Tapi untuk saat ini, banyak investor memilih untuk menepi, menunggu situasi kembali stabil sebelum melanjutkan petualangan digital mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi Bahasa Inggris TKA SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa









