BKF: Konsumsi Domestik dan Inflasi Indonesia Masih Terkendali

AKURAT.CO Memasuki kuartal pertama 2025, konsumsi domestik Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi. Sebab ditengah tantangan global yang berlanjut, Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) tercatat di level ekspansif 127,2 pada Januari, sedangkan Indeks Penjualan Ritel (IPR) masih tumbuh positif 0,4%.
Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dan menjadi pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menjelaskan bahwasanya stabilitas konsumsi masyarakat tersebut ditopang oleh berbagai kebijakan pemerintah.
"Diantaranya diskon tarif listrik sebesar 50% pada Januari dan Februari 2025. Program ini tidak hanya membantu menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berkontribusi pada terjadinya deflasi sebesar 0,09% secara tahunan pada Februari," ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Disisi lain, tambahnya, komponen Administered Price pun mencatat deflasi tajam hingga 9,02%, menjadi faktor utama penekan inflasi.
"Tentunya stimulus ekonomi ini sengaja dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Diskon tarif listrik ini bagian dari strategi kami untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan konsumsi masyarakat tetap kuat,” jelasnya.
Baca Juga: The Fed Masih Waspada, Inflasi AS Belum Sepenuhnya Jinak
Selain itu, tambahnya, pemerintah terus mempersiapkan langkah strategis menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2025. Operasi pasar, gerakan pasar murah, hingga pengawasan distribusi pangan diperkuat untuk menjamin harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
"Dengan masuknya masa panen raya padi dan meningkatnya produksi hortikultura, inflasi pangan bergejolak mulai melandai ke level 0,56% (yoy), memberikan angin segar bagi stabilitas harga pangan," paparnya.
Tak hanya kebutuhan pokok, insentif seperti diskon tarif tol dan pembebasan PPN untuk tiket pesawat juga digulirkan guna mendukung mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.
"Kami berharap melalui kebijakan ini dapat membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya tinggi, sekaligus memberikan dorongan tambahan pada pertumbuhan ekonomi nasional," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







