OJK Konsisten Berantas Aktivitas Keuangan Ilegal

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melaporkan berbagai langkah yang diambil lembaganya untuk menangani tantangan dalam sektor keuangan, termasuk aktivitas keuangan ilegal dan judi online.
Hal itu di sampaikan Ketua OJK Mahendra Siregar dalam acara Peluncuran Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), di JiExpo Kemayoran, Kamis (22/8/2024). "Kami telah memerintahkan bank untuk memblokir lebih dari 6.000 rekening dan menutup 10.000 entitas keuangan ilegal," ungkapnya.
Kemudian, Mahendra juga menjelaskan pembentukan pusat penanganan penipuan transaksi keuangan yang dinamakan anti-scam center. "Ini adalah langkah penting dalam menangani berbagai bentuk penipuan dan keuangan ilegal dengan lebih cepat dan efektif," jelasnya.
Baca Juga: OJK Perkuat Infrastruktur Layanan SLIK
Selain itu, OJK telah melaksanakan lebih dari 10.000 kegiatan edukasi keuangan sepanjang tahun 2023. Dalam hal inklusi keuangan, Mahendra menyoroti keberhasilan program "1 Rekening 1 Pelajar" atau GEJAR yang telah menjangkau 58 juta pelajar.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan melalui berbagai program edukasi. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi pelajar agar memiliki rekening bank sejak dini," ujar Mahendra.
Selanjutnya, Mahendra juga membahas program kredit pembiayaan melawan kemiripan yang telah menjangkau 1,4 juta debitur dengan penyaluran mencapai Rp41 triliun. “Program ini dirancang untuk meningkatkan akses kredit bagi masyarakat, terutama UMKM," katanya.
Dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK meluncurkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau Gencarkan. Gencarkan bertujuan untuk memperkuat pemahaman keuangan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk pembentukan dan pemberdayaan 2 juta buta dan agen literasi keuangan.
“Kami berharap program ini akan memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan inklusi keuangan," ujar Mahendra.
Lebih lanjut, Mahendra menutup laporannya dengan mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah dan semua pihak terkait. "Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan hasil yang maksimal dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







