Akurat Logo

Waduh, Baru 2 Persen Warga RI Berinvestasi

Silvia Nur Fajri | 8 Mei 2024, 14:26 WIB
Waduh, Baru 2 Persen Warga RI Berinvestasi

AKURAT.CO  PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) atau Danamon mengungkapkan investasi di Indonesia masih jauh dari harapan, dengan jumlah warga yang berinvestasi hanya 11 juta atau sekitar 1-2% total populasi.

Menurut Head Consumer Funding and Wealth Business Danamon, Ivan Jaya, investasi emas dan tanah masih favorit di Indonesia meski investasi lain bisa lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya perlu adanya edukasi agar masyarakat memahami manfaat diversifikasi investasi. "Investasi di maga masyarakay Indonesia masih sering dikenal hanya emas, tanah," katanya Ivan saat paparan Journalist class, di Menara Bank Danamon, Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga: Di Tengah Tensi Geopolitik, Wamen BUMN Serukan Investasi Emas

Kemudian, ia mengatakan, banyak orang menghadapi dilema untuk memulai investasi. Seorang pekerja baru pada usia 23 tahun mungkin berpikir setelah kenaikan gaji untuk berinvestasi.

Sementara seorang yang akan memasuki usia pensiun pada usia 55 tahun merasa khawatir karena tidak memiliki dana pensiun yang cukup. 

"Teman Terbaik Investasi adalah Waktu. Waktu terbaik untuk mulai investasi adalah kemarin. Waktu terbaik selanjutnya? Hari ini," ujarnya.

Sebuah contoh nyata menunjukkan pentingnya memulai investasi sedini mungkin. Jika seseorang menunda investasi dari usia 23 tahun ke 28 tahun (selama 5 tahun), hasil akhirnya bisa berkurang hingga Rp3,6 miliar. 

"Jadi, mulailah investasi sedini mungkin!" tegas Ivan.

Di lain sisi, ia menilai investasi bukanlah hal yang sulit. Dalam contoh sederhana, investasi awal sebesar Rp10 juta dengan tambahan investasi bulanan sebesar Rp1 juta dengan asumsi tingkat pengembalian 15% per tahun bisa menghasilkan pertumbuhan yang signifikan

"Investasi adalah tentang mengendalikan masa depan finansial kita," ungkapnya.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan literasi keuangan dan memulai investasi sedini mungkin untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.