Akurat Logo

Di Tengah Tensi Geopolitik, Wamen BUMN Serukan Investasi Emas

Silvia Nur Fajri | 7 Mei 2024, 20:02 WIB
Di Tengah Tensi Geopolitik, Wamen BUMN Serukan Investasi Emas

AKURAT.CO Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo menekankan pentingnya menabung emas sebagai langkah aman di tengah gejolak geopolitik global.

Kemudian, Kartika juga meminta agar PT Pegadaian meningkatkan sosialisasi layanan bank emas atau bullion service kepada masyarakat.

"Di dunia yang sekarang geopolitik makin bergejolak, harga dolar bergejolak, itu sebenarnya menyimpan emas paling aman," ucap Wirjoatmodjo, dikutip Selasa (7/5/2024).

Ia berpesan ke Pegadaian agar bisa mensosialisasikan lagi emas sebagai kelas aset. Pihaknya juga tengah mendorong dan menyelesaikan dengan pemerintah agar segera keluar izin untuk bank bullion.

Tiko berharap layanan bank emas tidak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga digital. "Jadi untuk memastikan keamanan digital tadi, kita punya standar internasional dan itu memang hanya Pegadaian di Indonesia yang punya kemampuan untuk menyimpan emas," jelasnya.

Baca Juga: Harga Emas Ditaksir Kian Berkilau Usai Serangan Israel ke Iran

Senada, Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bahwa layanan bank emas telah siap. Namun, pihaknya masih menunggu peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait penerapan layanan tersebut.

"Saat ini bullion service untuk Pegadaian sudah siap produk produknya, tapi POJKnya belum turun jadi tunggu POJKnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Damar menjelaskan bahwa dengan hasil dari tabungan emas tersebut, Pegadaian dapat memberikan pinjaman emas kepada yang membutuhkan.

"Untuk mekanisme, misalnya masyarakat menabung emas kemudian dapat margin emas bisa, atau mungkin pengusaha emas mau pinjam emas, bukan duit, pinjam emas kembali emas itu bisa," paparnya.

Meskipun layanan tersebut telah siap, Pegadaian belum meluncurkannya secara resmi kepada masyarakat karena masih menunggu POJK terkait bank emas tersebut.

"Dan OJK ingin memastikan ekosistem yang ada dulu, misalnya penambangnya, asosiasinya, masih nunggu itu juga," kata Damar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.