IHSG Hari Ini Ditaksir Menguat Terbatas ke Kisaran 7.289-7.401

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (28/3/2024) ditaksir menguat terbatas ke kisaran 7.289-7.401.
CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG saat ini terlihat masih akan dibayangi oleh gelombang tekanan dalam jangka pendek yang diakibatkan oleh sentimen dari melemahnya nilai tukar rupiah serta fluktuasi harga komoditas.
"Namun pasca rilis beberapa data perekonomian masih mencerminkan kondisi perekonomian yang berada dalam keadaan stabil sehingga peluang pertumbuhan kinerja emiten juga diharapkan dapat mengalami kemajuan sehingga dapat mendongkrak kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang, hari ini IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas," ujarnya dikutip Kamis (28/3/2024).
Baca Juga: HRUM, BRIS hingga ESSA Jadi Top Gainers LQ45 Kala IHSG Loyo di Sesi I
William merekomendasikan sejumlah menu saham hari ini, seperti AALI, SMGR, BBCA, ICBP, ITMG, JSMR dan CTRA.
Sebelumnya IHSG dibuka melemah Rabu kemarin dan terus tertekan aksi jual sepanjang hari hingga akhirnya ditutup turun 0,8% ke level 7.310,1.
Volume perdagangan sendiri tercatat sebesar Rp8,7 triliun di luar transaksi negosiasi dimana para investor tampak menanti laporan keuangan para emiten serta perkembangan ekonomi global.
Sementara itu JII ditutup turun 1,8% ke level 519,2 didorong pelemahan saham-saham telekomunikasi. TLKM dan EXCL turun masing-masing 3,6% dan 4,6% di tengah isu akan adanya perang tarif.
Adapun pasar obligasi kembali bergerak melemah oleh tekanan jual hari Rabu kemarin, para Investor tampak berhati-hati memasuki pasar dan menanti data-data ekonomi kuartal pertama dari US dan perkembangan ekonomi regional lainnya.
Imbal hasil obligasi bergerak naik 3-5 bps di sepanjang tenor sedangkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS bergerak pada rentang Rp15.820-15.863 per dolar AS. Indeks obligasi IBPA ditutup melemah 0,1% level 370,6.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










