Master Blockchain Pertama Di Indonesia, CEO Indodax Raih Rekor MURI

AKURAT.CO CEO Indodax, Oscar Darmawan, meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai orang pertama di Indonesia yang memiliki gelar Master of Science in Blockchain and Digital Currency.
Penghargaan prestisius ini diserahkan secara resmi pekan lalu di Galeri MURI Jakarta, mengukuhkan Oscar sebagai pionir dalam pendidikan tingkat lanjut di bidang blockchain dan aset digital di Tanah Air.
Keberhasilan Oscar ini bukan hanya mencerminkan dedikasinya yang luar biasa terhadap inovasi dalam industri blockchain, tetapi juga menggarisbawahi peran strategis Indodax sebagai pendorong utama perkembangan industri blockchain dan aset digital di Indonesia.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan ini. Ini merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi saya pribadi dan juga bagi Indodax. Saya berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi para generasi muda Indonesia untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilannya di bidang blockchain dan aset digital,” ucap Oscar.
Oscar juga berharap dengan adanya penghargaan ini dapat memberikan dampak positif pada perkembangan aset kripto di Indonesia.
"Dengan didapatkannya penghargaan ini, Kami bertekad untuk semakin aktif dalam memajukan adopsi teknologi blockchain dan mengedukasi masyarakat tentang manfaatnya. Indodax, sebagai salah satu crypto exchange terbesar di Indonesia, akan terus berada di garis depan dalam perkembangan industri blockchain dan aset digital di Indonesia," tambah Oscar.
Program Magister dalam bidang Blockchain and Digital Currency ini dirancang dengan menggabungkan bidang keuangan, manajemen, ilmu komputer, dan sistem informasi untuk diterapkan dalam blockchain.
Prestasi Oscar dalam menyelesaikan program ini menunjukkan bukan hanya keunggulannya dalam aspek akademis, tetapi juga komitmennya untuk membangun ekosistem blockchain yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
Ia melihat banyaknya potensi dari blockchain yang dapat dikembangkan. Jadi, tidak hanya terbatas pada industri keuangan, melainkan blockchain juga dapat diterapkan secara luas dalam berbagai industri lainnya.
Oscar juga mengatakan, jika ada kesempatan, Dia berkeinginan untuk menjadi seorang dosen karena menjadi pengajar adalah salah satu dari impian besarnya.
"Dengan terjun ke dunia akademis, Saya dapat menyalurkan ilmu-ilmu terkait blockchain ke masyarakat luas. Saya akan terus berkomitmen memberikan edukasi dan akses yang lebih baik dalam berpartisipasi di lansekap aset kripto global, aman, dan bertanggung jawab. Saya yakin ini dapat mendorong kemajuan serta inovasi dalam ekosistem blockchain," tandas Oscar.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









