Akurat

Rupiah Turun 8 Poin Ke Rp15.290 Usai Pidato Nota Keuangan RAPBN 2024 Presiden Jokowi

Arief.Permana | 18 Agustus 2023, 16:17 WIB
Rupiah Turun 8 Poin Ke Rp15.290 Usai Pidato Nota Keuangan RAPBN 2024 Presiden Jokowi

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 8 poin ke level Rp15.290 pada perdagangan Jumat, 18 Agustus 2023 usai pidato nota keuangan RAPBN 2024 Presiden Jokowi Rabu lalu.

Pengamat pasar keuangan dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah banyak digerakkan sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, sentimen rupiah berasal dari data ketenagakerjaan AS yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan turun lebih dari yang diperkirakan, mengindikasikan berlanjutnya ketahanan di pasar tenaga kerja.

"Pasar tenaga kerja yang kuat memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk terus menaikkan suku bunga. Data tenaga kerja yang kuat juga datang tepat setelah risalah pertemuan Juli Fed menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan mendukung suku bunga yang lebih tinggi untuk mengekang inflasi yang kaku," kata Ibrahim Jumat (18/8/2023). 

Ditambahkan, data terbaru juga menunjukkan bahwa inflasi AS naik pada bulan Juli. Meningkatnya, atau bahkan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama menjadi pertanda buruk bagi pasar Asia, karena kesenjangan antara imbal hasil berisiko dan berisiko rendah menyempit. Benchmark imbal hasil Treasury AS diperdagangkan mendekati level tertinggi sejak krisis keuangan 2008.

Sentimen eksternal rupiah lainnya yakni Bank Sentral Eropa kemungkinan akan menghentikan kampanye kenaikan suku bunga lebih dari setahun pada bulan September setelah petunjuk dari Presiden Christine Lagarde.

Selain itu, komentar bank sentral tentang lebih banyak stimulus datang hanya beberapa hari setelah secara tak terduga memangkas suku bunga pinjaman jangka pendek dan menengah.  Langkah seperti itu biasanya menandai pemotongan suku bunga pinjaman PBOC, dengan keputusan yang akan jatuh tempo minggu depan. PBOC diperkirakan akan memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah dan panjang masing-masing sebesar 15 basis poin.

"Apa yang dilakukan oleh PBOC karena perekonomian China juga bergulat dengan disinflasi di tengah pemulihan pasca-COVID yang melambat, yang juga memperburuk sentimen terhadap matauangnya, karena kekhawatiran akan krisis utang di pasar properti besar negara tersebut," imbu Ibrahim.

Faktor Internal Rupiah

Dalam rangka Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024 diperkirakan sebesar 5,2%. 

Salah satu paktor yang mempengaruhi adalah stabilitas ekonomi makro yang terus terjaga. Situasi kondusif dan damai pada Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 harus diwujudkan demi meningkatkan optimisme perekonomian jangka pendek.

Selain itu, implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan juga akan memberikan manfaat positif pada penguatan struktural.

Namun proyeksi pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,2% sangat bertentangan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional, yang memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2024 akan tumbuh di level 5%.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) misalnya, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5% pada tahun depan. Asian Development Bank (ADB) juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 akan mencapai 5%, sejalan dengan laju inflasi yang terkendali pada level 3%.

Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan ekonomi pada 2024 cenderung melambat dengan pertumbuhan yang lebih rendah sebesar 4,9%. Perkiraan tersebut seiring dengan perlambatan ekonomi global yang diperkirakan hanya tumbuh sebesar 2,4% pada 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y