SMF Benahi Rumah Kumuh Di Mataram, Rogoh Kocek Rp1,5 Miliar

AKURAT.CO PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF memberikan bantuan dana hibah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp1,5 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk membenahi 22 rumah kumuh warga menjadi rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan permukiman kumuh Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dana tersebut disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tunas Baru, Mataram.
Direktur Keuangan dan Operasional SMF Bonai Subiakto mengatakan bahwa program ini merupakan wujud dari komitmen SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui penghapusan kemiskinan agar dapat mewujudkan pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan. Program tersebut merupakan upaya SMF guna mengentaskan rumah dengan kategori kumuh dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Sebagai BUMN dibawah Kementerian Keuangan, salah satu tugas kami adalah membantu pendanaan infrastruktur perumahan. Salah satunya membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni,” kata Bonai dikutip Jumat (14/7/2023).
Bonai juga mengucapkan bahwa sumber dana SMF berasal dari APBN dan pasar modal. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan program jangka panjang yang dilakukan dari Sabang sampai Merauke.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, dengan terus menjaga dan merawat rumahnya sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang baik dari sosial maupun ekonomi,” ucap Bonai.
Sementara itu, Mataram menjadi kota ke 16 dari 21 lokasi yang telah direalisasikan oleh SMF untuk pembangunan rumah layak huni. Hal tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dan SMF dalam upaya mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di sektor perumahan di wilayah tengah Indonesia.
Selain itu, Mataram juga diumumkan oleh pemerintah untuk menjadi kawasan kota metropolitan berbasis wisata dan budaya. Oleh karena itu, pemerintah akan membenahi kawasan tersebut secepat mungkin agar setelah dibenahi, kelurahan yang pernah dinobatkan sebagai kelurahan terbaik se-Indonesia dalam pelaksanaan infrastruktur permukiman DFAT (Department of Foreign and Trade) Australia tersebut kini menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya.
Sebagai informasi tambahan, program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh merupakan salah satu inisiatif strategis SMF yang telah bergulir sejak tahun 2018. Hingga saat ini, SMF telah merealisasikan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh total sebanyak 398 rumah di 21 kota seluruh Indonesia dengan serapan anggaran mencapai Rp28,75 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





