Akurat Logo

Masyarakat Kelas Menengah Ke Bawah Tak Disarankan Jor-joran Investasi Emas, Kenapa?

Syaiful Bahri | 3 Januari 2023, 21:22 WIB
Masyarakat Kelas Menengah Ke Bawah Tak Disarankan Jor-joran Investasi Emas, Kenapa?

AKURAT.CO Pengamat ekonomi dari Universitas Surakarta (UNSA), Agus Trihatmoko, meminta masyarakat kelas menengah ke bawah tidak berinvestasi emas secara berlebihan. 

“Perlu diketahui oleh masyarakat menengah bawah, diharapakan tidak melakukan investasi emas secara berlebihan. Normal saja menurut kemampuan sisa dana yang dimiliki,” kata Agus kepada AKURAT.CO, Selasa (3/1/2023).

Menurut Agus, pada saatnya harga emas batangan akan mengalami penurunan. Karena dalam logika perdagangan investasi, pastinya akan selalu menimbulkan spekulatif dan berisiko. 

Meski hal tersebut normal bagi para pemodal besar, tetapi sering kali dapat mengorbankan pemodal atau investor menengah kecil. 

Justru, kata Agus, saat ini pemerintah harus mendorong investasi di semua sektor, utamanya pada kebutuhan ketahanan ekonomi dalam negeri. 

Menurutnya, akan sangat strategis ketika investasi mampu diorientasikan pada produk ekspor yang tidak dimiliki oleh kebanyakan negara. 

Kebijakan politik ekonomi nasional ini harus menjadi konsentrasi pemerintahan Presiden Jokowi dua tahun menjelang berakhirnya masa jabatan. 

Kata Agus, industri produksi dan olahan atau manufaktur harus diutamakan. Jika perlu, investasi langsung penambahan penyertaan modal dapat dilakukan melalui BUMN dan BUMD, dengan APBN dan APBD.

“Instrumen keuangan negara tersebut menjadi salah faktor kunci menggerakkan investasi, ketika swasta sedang pasif investasinya. Tentu saja kebijakan fiskal lainnya harus diambil, serta kebijakan moneternya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen memperkirakan harga emas bisa melebihi USD3.000 atau sekitar Rp46,5 juta (kurs Rp 15.500) per ons pada 2023.

Dalam hitungan gram, 1 ons setara 28,35 gram. Artinya, per gramnya emas akan berada di harga Rp 1,6 juta. Jumlah tersebut 67 persen lebih tinggi dari harga saat ini sekitar USD1.797 per ons atau sekitar Rp982 ribu per gram. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.