Akurat Logo

BBNI Tampil Solid di Kuartal III, Fundamental Kuat Topang Rebound Saham Himbara

Yosi Winosa | 29 Oktober 2026, 18:24 WIB
BBNI Tampil Solid di Kuartal III, Fundamental Kuat Topang Rebound Saham Himbara
Ilustrasi Gedung BNI - Dok. BNI

AKURAT.CO Kinerja keuangan kuartal III 2026 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi salah satu sentimen positif bagi pemulihan saham perbankan BUMN setelah mengalami tekanan akibat kekhawatiran pasar terhadap isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Tekanan sempat meningkat setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Sentimen tersebut mendorong sikap risk-off investor, terutama investor asing, dan menekan harga sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk perbankan BUMN.

Baca Juga: Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah Sebesar Rp27,5 Triliun

Saham BBNI sempat turun ke level 2.800-an pada pertengahan Oktober 2026. Hingga penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026), harga saham BBNI telah kembali ke kisaran 3.400-an, mendekati level sebelum tekanan akibat sentimen MSCI.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, tekanan terhadap saham-saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), khususnya BBNI, BBRI, dan BMRI, tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian setelah pengumuman konsultasi MSCI.

Menurut Nafan, isu tersebut mendorong kehati-hatian investor karena berpotensi memengaruhi alokasi portofolio dan arus dana investasi berbasis indeks.

Namun, setelah mengalami koreksi cukup dalam, valuasi saham perbankan mulai kembali menjadi perhatian investor.

"Selain itu, investor mulai mencermati valuasi saham perbankan yang relatif lebih menarik setelah koreksi serta ekspektasi terhadap kinerja keuangan kuartal III 2026," kata Nafan, Kamis (29/10/2026).

Dia menilai saham-saham perbankan berkapitalisasi besar juga memiliki likuiditas yang relatif baik sehingga dapat menjadi pilihan investor ketika mulai kembali melakukan akumulasi.

Meski demikian, pemulihan harga belum otomatis menandakan terjadinya pembalikan tren secara berkelanjutan. Investor masih perlu mencermati konsistensi arus dana asing, volume transaksi, serta perkembangan kebijakan MSCI.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.