Akurat Logo

6 Cara Self Reward Biar Keuangan Tetap Terkendali

Audit Temp | 21 April 2022, 10:10 WIB
6 Cara Self Reward Biar Keuangan Tetap Terkendali

AKURAT.CO, Setelah bekerja cukup keras dan mendapatkan target yang diinginkan tentu self reward menjadi kegiatan cukup mengasikan untuk merefresh kembali otak.

Namun demikian, terkadang self reward kadang terlewat batas, sampai-sampai buat keuangan bermasalah.

Sebenarnya enggak ada yang salah dengan self reward. Kamu berhak melakukannya karena sudah sebulan penuh kerja bagaikan kuda. Tapi akan jadi masalah kalau kamu enggak punya takarannya.

Takaran ini penting. Sebab pada faktanya, banyak anak muda yang kebablasan memberikan self reward kepada dirinya. Akibatnya, self reward overbudget, perencanaan keuangan pun berantakan.

Untuk itu berikut ini cara mengatasinya:

1. Batasi Self Reward

Sebelum memberikan self reward, cek dulu keuangan kamu. Tentukan dari awal berapa persen bujet self reward dari gaji bulananmu.

Misalnya gaji Rp5 juta, lalu setelah kamu bagi-bagi kebutuhan 40 persen (Rp2 juta), tagihan dan cicilan 30 persen (Rp1,5 juta), investasi dan dana darurat 20 persen (1 juta), berarti jatah self reward kamu 10 persen (Rp500 ribu).

2. Jangan Utang untuk Self Reward

Sebisa mungkin, hindari berutang untuk self reward karena sifatnya konsumtif. Utamakan utang/kredit untuk hal produktif, misalnya untuk membeli laptop, beli buku, atau buka bisnis kecil-kecilan seperti franchise, reseller, dan lain-lain.

3. Monetisasi Self Reward

Setiap orang memang punya cara sendiri-sendiri untuk bahagia. Tapi setiap orang juga punya peluang yang sama untuk menjadikan kebahagiaan jadi uang.

Misalnya, untuk yang wujud self rewarding-nya berupa travelling, sekalian saja bikin vlog, blog, atau hal-hal kreatif lainnya yang bisa diunggah di YouTube. Siapa tahu viral.

Untuk yang bahagia dengan shopping, kamu bisa sekalian buka jastip. Untuk yang senang masak, itu juga bisa jadi peluang bisnis. Begitu pula dengan mendaki gunung, koleksi make up, nonton film, olahraga, dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

4. Self Reward di Waktu yang Tepat

Menggunakan momentum untuk self reward terkadang lebih menguntungkan. Misalnya saat ada promo, kamu jadi bisa lebih irit. Saat ada kondangan keluarga di luar kota, juga bisa kamu manfaatkan untuk self reward.

Itu tadi beberapa cara menjaga self reward tidak kebablasan. Sekali lagi, memanjakan diri untuk bersenang-senang tentu saja tidak salah. Asalkan tidak dipaksakan, tidak berlebihan, dan tidak merugikan. 

5. Beli sesuatu dengan dana yang sudah disiapkan secara khusus

Sebuah penelitian di Universitas Michigan menyarankan orang untuk belanja sebagai retail therapy . Itu merupakan bagian dari  self-reward.

Yang perlu diingat adalah kamu perlu menyiapkan dana khusus. Nah, dana itu lebih baik disimpan di akun khusus yang memang digunakan hanya untuk belanja untuk kepentingan self-reward. Kalau selama ini kamu sering menghabiskan dana berlebihan dari yang seharunya, kemungkinan karena danamu campur aduk.

6. Sisihkan uang secara rutin

Setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali, sisihkan uang semampu kamu  ke simpanan atau tabungan khusus self reward. Anda bisa memakainya kalau sedang ingin memberi hadiah pada diri sendiri, sesuai urutan wishlist yang sudah kamu buat. Jadi kamu  masih bisa mentraktir diri sendiri sesekali, meski gaji  pas-pasan.

7. Beli bekas

Selain mencari alternatif yang lebih murah, tak perlu gengsi beli barang dalam kondisi bekas. Misalnya, beli buku bekas; atau baju bermerek yang dijual secondhand. Tanya-tanya dulu ke penjualnya, cari tahu keasliannya, dan pastikan kondisinya masih bagus dan layak pakai. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.