AKURAT.CO, Setelah bekerja cukup keras dan mendapatkan target yang diinginkan tentu self reward menjadi kegiatan cukup mengasikan untuk merefresh kembali otak.
Namun demikian, terkadang self reward kadang terlewat batas, sampai-sampai buat keuangan bermasalah.
Sebenarnya enggak ada yang salah dengan self reward. Kamu berhak melakukannya karena sudah sebulan penuh kerja bagaikan kuda. Tapi akan jadi masalah kalau kamu enggak punya takarannya.
Takaran ini penting. Sebab pada faktanya, banyak anak muda yang kebablasan memberikan self reward kepada dirinya. Akibatnya, self reward overbudget, perencanaan keuangan pun berantakan.
Untuk itu berikut ini cara mengatasinya:
1. Batasi Self Reward
Sebelum memberikan self reward, cek dulu keuangan kamu. Tentukan dari awal berapa persen bujet self reward dari gaji bulananmu.
Misalnya gaji Rp5 juta, lalu setelah kamu bagi-bagi kebutuhan 40 persen (Rp2 juta), tagihan dan cicilan 30 persen (Rp1,5 juta), investasi dan dana darurat 20 persen (1 juta), berarti jatah self reward kamu 10 persen (Rp500 ribu).
2. Jangan Utang untuk Self Reward
Sebisa mungkin, hindari berutang untuk self reward karena sifatnya konsumtif. Utamakan utang/kredit untuk hal produktif, misalnya untuk membeli laptop, beli buku, atau buka bisnis kecil-kecilan seperti franchise, reseller, dan lain-lain.
3. Monetisasi Self Reward
Setiap orang memang punya cara sendiri-sendiri untuk bahagia. Tapi setiap orang juga punya peluang yang sama untuk menjadikan kebahagiaan jadi uang.
Misalnya, untuk yang wujud self rewarding-nya berupa travelling, sekalian saja bikin vlog, blog, atau hal-hal kreatif lainnya yang bisa diunggah di YouTube. Siapa tahu viral.
Untuk yang bahagia dengan shopping, kamu bisa sekalian buka jastip. Untuk yang senang masak, itu juga bisa jadi peluang bisnis. Begitu pula dengan mendaki gunung, koleksi make up, nonton film, olahraga, dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
4. Self Reward di Waktu yang Tepat
Menggunakan momentum untuk self reward terkadang lebih menguntungkan. Misalnya saat ada promo, kamu jadi bisa lebih irit. Saat ada kondangan keluarga di luar kota, juga bisa kamu manfaatkan untuk self reward.
Itu tadi beberapa cara menjaga self reward tidak kebablasan. Sekali lagi, memanjakan diri untuk bersenang-senang tentu saja tidak salah. Asalkan tidak dipaksakan, tidak berlebihan, dan tidak merugikan.
5. Beli sesuatu dengan dana yang sudah disiapkan secara khusus
Sebuah penelitian di Universitas Michigan menyarankan orang untuk belanja sebagai retail therapy . Itu merupakan bagian dari self-reward.
Yang perlu diingat adalah kamu perlu menyiapkan dana khusus. Nah, dana itu lebih baik disimpan di akun khusus yang memang digunakan hanya untuk belanja untuk kepentingan self-reward. Kalau selama ini kamu sering menghabiskan dana berlebihan dari yang seharunya, kemungkinan karena danamu campur aduk.
6. Sisihkan uang secara rutin
Setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali, sisihkan uang semampu kamu ke simpanan atau tabungan khusus self reward. Anda bisa memakainya kalau sedang ingin memberi hadiah pada diri sendiri, sesuai urutan wishlist yang sudah kamu buat. Jadi kamu masih bisa mentraktir diri sendiri sesekali, meski gaji pas-pasan.
7. Beli bekas
Selain mencari alternatif yang lebih murah, tak perlu gengsi beli barang dalam kondisi bekas. Misalnya, beli buku bekas; atau baju bermerek yang dijual secondhand. Tanya-tanya dulu ke penjualnya, cari tahu keasliannya, dan pastikan kondisinya masih bagus dan layak pakai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





