Perbanas Dorong Perbaikan Perilaku Pasar dalam Regulasi Jasa Keuangan

AKURAT.CO Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) mendorong adanya perbaikan perilaku pasar atau market of conduct dalam regulasi sektor jasa keuangan seperti di industri bank dan non-bank untuk menjamin perlindungan konsumen.
“Market conduct yang harus menjadi prioritas bukan prudential karena kalau prudential itu sudah banyak aturan terutama di sektor perbankan,” kata Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani dalam webinar di Jakarta, Selasa (1/9/2020).
Dilansir dari Antara, menurut dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerapkan aspek prudential atau kehati-hatian yang ditekankan dalam segala hal di perbankan.
Sedangkan mencermati kasus-kasus yang bermunculan belakangan ini, lanjut dia, berkaitan erat dengan perilaku pasar dan banyak terjadi di non-bank
“Jadi regulasi itu issuenya tidak banyak justru market of conduct yang menjadi issue,” imbuh ekonom tersebut.
Perbaikan perilaku pasar itu, kata dia, juga mencermati pola krisis dari tahun ke tahun yang terjadi dalam periode waktu yang cukup pendek.
Aviliani menambahkan sejak tahun 2008 krisis terjadi tidak dalam 10 tahun namun bisa empat tahun atau bahkan satu tahun.
Misalnya, lanjut dia, krisis keuangan global terjadi pada 2008 kemudian tahun 2012 muncul krisis utang Uni Eropa, tahun 2013 krisis cetak uang atau tapertantrum di Amerika Serikat dan tahun 2015 krisis minyak dunia.
“Krisis itu makin lama jangka waktu makin pendek dan asal usul dari hal yang beda-beda, bahkan tidak ada yang sama. Oleh karena itu saya lihat sektor keuangan harus menjadi perhatian,” katanya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK



