Heboh NET TV Tumbang, Peneliti Vokasi UI Ungkap Penyebab Utama

AKURAT.CO, Stasiun televisi milik Grup Indika, Net TV, kabarnya tengah menghadapi masalah keuangan dan dipaksa untuk menata kembali jajaran karyawannya. Santer terdengar Net TV bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal lantaran tak mampu bertahan di tengah persaingan industri media yang semakin ketat.
Televisi yang dimiliki Wisnhutama Kusubandio dan Agus Lasmono ini tengah bersiap melakukan PHK, kendati jajaran direksi NET TV sudah membantah terkait hal tersebut.
Merespon hal itu, Peneliti Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengatakan saat ini industri broadcasting seperti televisi nasional memang sangat mengandalkan iklan. Sementara iklan sangat ditentukan oleh jumlah penonton. Sementara jumlah penonton secara simultan dipotret melalui keberadaan lembaga riset yang membantu media menentukan posisinya.
"Perlu dipahami bahwa bisnis model dari sebuah industri broadcasting seperti televisi kan memang kebanyakan mengandalkan kepada iklan, ukuran penonton itu ditentukan satu lembaga riset yang membantu media-media untuk bisa menentukan posisinya,"tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).
Sementara untuk kasus Net TV, menurut Devie yang juga menjabat sebagai Founder Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia ini menilai karakteristik penonton di Net TV tidak bisa secara total dipotret oleh lembaga riset tertentu yang membantu menentukan rating televisi.
Sebab menurut Devie, karakteristik penonton Net TV memiliki karakteristik yang berbeda dari media-media televisi konvensional lainnya.
"Nah dalam konteks Net TV, penonton Net TV ini agak berbeda, karena karakter Net TV ini karakternya berbeda dengan TV-TV konvensional lainnya," jelasnya.
Tayangan-tayangannya di Net TV banyak ditonton melalui saluran lain seperti internet ini yang kemudian dalam konteks bisnis menyulitkan. Lantaran pemasang iklan biasanya akan menggunakan ukuran yang umum dimana penonton dipotret oleh perimeter lembaga riset di bidang itu.
"Ini membuat Net TV kesulitan untuk bisa meyakinkan pengiklan hingga kemudian memastikan iklan tidak pergi dari tempatnya,"pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



