Akurat

Heboh NET TV Tumbang, Peneliti Vokasi UI Ungkap Penyebab Utama

Khaerul S | 10 Agustus 2019, 15:20 WIB
Heboh NET TV Tumbang, Peneliti Vokasi UI Ungkap Penyebab Utama

AKURAT.CO, Stasiun televisi milik Grup Indika, Net TV, kabarnya tengah menghadapi masalah keuangan dan dipaksa untuk menata kembali jajaran karyawannya. Santer terdengar Net TV bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal lantaran tak mampu bertahan di tengah persaingan industri media yang semakin ketat.

Televisi yang dimiliki Wisnhutama Kusubandio dan Agus Lasmono ini tengah bersiap melakukan PHK, kendati jajaran direksi NET TV sudah membantah terkait hal tersebut.

Merespon hal itu, Peneliti Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengatakan saat ini industri broadcasting seperti televisi nasional memang sangat mengandalkan iklan. Sementara iklan sangat ditentukan oleh jumlah penonton. Sementara jumlah penonton secara simultan dipotret melalui keberadaan lembaga riset yang membantu media menentukan posisinya.

"Perlu dipahami bahwa bisnis model dari sebuah industri broadcasting seperti televisi kan memang kebanyakan mengandalkan kepada iklan, ukuran penonton itu ditentukan satu lembaga riset yang membantu media-media untuk bisa menentukan posisinya,"tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Sementara untuk kasus Net TV, menurut Devie yang juga menjabat sebagai Founder Klinik Digital Vokasi  Universitas Indonesia ini menilai karakteristik penonton di Net TV tidak bisa secara total dipotret oleh lembaga riset tertentu yang membantu menentukan rating televisi.

Sebab menurut Devie, karakteristik penonton Net TV  memiliki karakteristik yang berbeda dari media-media televisi konvensional lainnya.

"Nah dalam konteks Net TV, penonton Net TV ini agak berbeda, karena karakter Net TV ini karakternya berbeda dengan TV-TV konvensional lainnya," jelasnya.

Tayangan-tayangannya di Net TV banyak ditonton melalui saluran lain seperti internet ini yang kemudian dalam konteks bisnis menyulitkan. Lantaran pemasang iklan biasanya akan menggunakan ukuran yang umum dimana penonton dipotret oleh perimeter lembaga riset di bidang itu.

"Ini membuat Net TV kesulitan untuk bisa meyakinkan pengiklan hingga kemudian memastikan iklan tidak pergi dari tempatnya,"pungkasnya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S