Akurat

Bussan Auto Finance Akan Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun untuk Modal Kerja

Khaerul S | 12 April 2018, 06:35 WIB
Bussan Auto Finance Akan Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun untuk Modal Kerja

AKURAT.CO, Perusahaan pembiayaan, PT Bussan Auto Finance akan menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk modal kerja.

"Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja pembiayaan sebagaimana yang ditentukan oleh izin yang dimiliki oleh BAF," kata Chief Executive Officer (CEO) BAF, Lynn Ramli dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/4).

Ia mengemukakan bahwa obligasi yang akan diterbitkan itu merupakan Obligasi II, dan telah memperoleh peringkat id AA (double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

"Setelah penerbitan obligasi I di 2017 yang mendapat respons positif dari investor, kini kami kembali menerbitkan Obligasi II," paparnya.

Ia menyampaikan obligasi II itu terdiri dari dua seri, yakni seri A dengan indikasi tingkat bunga sebesar 6-6,50 persen berjangka waktu 370 hari kalender, dan seri B dengan tingkat bunga 7,50-8,25 persen berjangka waktu 3 tahun.

Masa penawaran awal (book building) obligasi II itu dilakukan pada 9-20 April 2018, dan masa penawaran umum obligasi pada 7-9 Mei 2018. Sementara itu, perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 Mei 2018, dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Mei 2018.

Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam Obligasi ini adalah PT Indo Premier Sekuritas dan PT Ciptadana Sekuritas Asia, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

Pada 2017, BAF membukukan jumlah pembiayaan baru sebesar Rp6 triliun atau meningkat 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp5,3 triliun. Laba tahun berjalan tumbuh 122,7 persen menjadi Rp182,7 miliar dibandingkan Rp82,1 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara itu tercatat, rasio non-performing financing (NPF) di level 0,65 persen pada akhir tahun 2017. Rasio tersebut lebih baik dibandingkan dengan NPF industri pembiayaan yang tercatat pada level 2,96 persen di akhir tahun 2017. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S