Akurat Logo

Kementerian PU Siapkan Air Rawa dan Sumur untuk Panen Raya Wanam

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 30 September 2026, 15:31 WIB
Kementerian PU Siapkan Air Rawa dan Sumur untuk Panen Raya Wanam
Kementerian PU menyiapkan 160 ribu m³ air rawa dan opsi sumur air tanah untuk mendukung panen raya perdana di Wanam, Merauke. - Dok. Kementerian PU

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan air untuk mendukung rencana panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Salah satu alternatifnya adalah memanfaatkan air rawa dengan estimasi ketersediaan volume air sekitar 160.000 meter kubik. Alternatif lainnya adalah pemanfaatan air tanah melalui pembangunan sumur setelah dilakukan survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer dan potensi air tanah.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Baca Juga: Kementerian PU Tangani Kekeringan di 3.288 Wilayah, Fokus di Area Persawahan hingga Lokasi Karhutla

“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektar, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton. Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik di Indonesia, nggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi. Jadi begitu di sini kering, di sana masih ada hujan,” kata Dody dikutip dari laman Kementerian PU, Rabu (30/9/2026).

Di Lokasi panen raya perdana tersebut memiliki luas pengolahan tanah mencapai 220 hektar dengan luas penanaman hingga 127 hektar. Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik.

Sementara pada lokasi bagian utara seluas 20 hektare, kebutuhan air mencapai 34.560 meter kubik dengan ketersediaan 805 meter kubik sehingga masih terdapat defisit yang perlu dipenuhi melalui sumber air alternatif.

Secara keseluruhan, pengembangan KSPEAN Wanam yang merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025 ini mencakup lahan seluas 10.000 hektare dengan karakteristik hidrotopografi yang berbeda, mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.

Untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam tersebut, pembangunan jaringan irigasi rawa dan pengendalian banjir terus dilakukan Kementerian PU. Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur SDA mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.

Baca Juga: Kementerian PU Kerahkan 3 Pompa untuk Atasi Kekeringan 600 Hektare Sawah Bekasi

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di Papua Selatan.

Selain memastikan air tersedia saat dibutuhkan, sistem tata air juga diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air pada kawasan rawa sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.