Booming Data Center Ubah Peta Properti Indonesia, Lahan Industri Kian Diburu

AKURAT.CO Pertumbuhan industri data center mulai menjadi salah satu penggerak baru sektor properti komersial di Indonesia. Di tengah perlambatan pada sejumlah segmen properti seperti hotel dan perumahan, kebutuhan akan pusat data justru mendorong permintaan lahan industri, pasokan listrik, hingga pengembangan kawasan digital baru.
Laporan terbaru Cushman & Wakefield menunjukkan Indonesia kini memiliki kapasitas operasional data center sebesar 468 megawatt (MW). Angka tersebut diperkirakan melonjak hampir lima kali lipat dengan tambahan kapasitas sebesar 1.957 MW yang akan beroperasi hingga 2030.
Tak hanya itu, sekitar 4,5 gigawatt (GW) kapasitas tambahan juga telah diamankan melalui land bank sehingga membuka ruang ekspansi jangka panjang bagi industri pusat data nasional.
Baca Juga: WGSH Kejar Cuan dari Properti, Penjualan Valley City Melaju, Margin Ditargetkan 25 Persen
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi layanan cloud, percepatan transformasi digital, kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga ekspansi perusahaan hyperscaler global yang membutuhkan infrastruktur digital dalam skala besar.
Momentum itu terlihat dari sejumlah investasi yang diumumkan sepanjang semester pertama 2026. Beberapa operator seperti Princeton Digital Group (PDG), Digital Edge, ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), DCI Indonesia, Racks Central, hingga Firmus Technologies mengumumkan pembangunan fasilitas baru maupun ekspansi kapasitas di Jabodetabek dan Batam.
Head of Data Centre, Research & Advisory Asia Pacific Cushman & Wakefield, Pritesh Swamy mengatakan, pasar data center Indonesia kini memasuki fase pertumbuhan baru yang semakin mempererat hubungan antara sektor properti, infrastruktur digital, dan investasi.
"Pasar data center Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan baru, di mana konvergensi antara sektor properti, infrastruktur digital, dan investasi modal menciptakan peluang yang semakin besar. Sementara Jabodetabek masih menjadi pusat utama pengembangan data center untuk kebutuhan enterprise maupun hyperscale cloud, Batam kini semakin berkembang sebagai pusat AI bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur yang terukur, tangguh, dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan," ujar Pritesh Swamy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengembangan data center ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan.
"Keberhasilan di tengah dinamika pasar ini akan semakin ditentukan oleh kemampuan dalam mengamankan lokasi yang tepat, ketersediaan pasokan listrik, konektivitas, serta strategi pengembangan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus mendukung tujuan pertumbuhan jangka panjang," katanya.
Cushman & Wakefield juga mencatat kebutuhan penyewa data center akan semakin kompleks. Selain kapasitas yang besar, pengguna kini mempertimbangkan faktor keamanan, efisiensi biaya operasional, kemudahan pengelolaan, keandalan sistem, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: KPK Periksa Dirut KAI Properti dalam Pengembangan Kasus Korupsi Proyek DJKA
Meski Jabodetabek masih menjadi pusat utama pengembangan data center nasional, Batam dinilai semakin strategis untuk menopang kebutuhan komputasi AI dan high-performance computing karena memiliki posisi geografis yang dekat dengan pusat konektivitas digital regional.
Ekspansi data center tidak hanya menguntungkan industri digital, tetapi juga mulai mengubah dinamika sektor properti komersial.
Pada segmen kawasan industri, Cushman & Wakefield mencatat penjualan lahan sejak awal 2026 telah mencapai 106 hektare, dengan penyerapan bersih sebesar 37,91 hektare. Hingga akhir tahun, penjualan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 250 hektare.
Permintaan tersebut masih didominasi oleh sektor data center dan manufaktur.
Terbatasnya lahan di Bekasi dan Karawang juga mendorong pengembang memperluas kawasan industri menuju Purwakarta dan Subang yang didukung pembangunan Tol Patimban serta Pelabuhan Patimban.
Harga lahan industri pun terus meningkat. Pada kuartal II 2026, rata-rata harga lahan mencapai sekitar Rp3,05 juta per meter persegi dan diperkirakan naik menjadi Rp3,14 juta per meter persegi pada akhir tahun.
Selain kawasan industri, permintaan terhadap ruang perkantoran premium juga masih menunjukkan tren positif. Di kawasan CBD Jakarta, penyerapan bersih mencapai 45.500 meter persegi sepanjang semester pertama 2026 sehingga tingkat hunian meningkat menjadi 77,2%.
Sebagian besar permintaan berasal dari gedung Grade A yang dinilai memiliki kualitas bangunan dan fasilitas digital lebih baik.
Di sisi lain, sektor ritel masih tumbuh dengan ditopang ekspansi tenant makanan dan minuman serta merek internasional. Tingkat hunian pusat perbelanjaan Jakarta meningkat menjadi 77,7%, sementara Bodetabek mencapai 77,1%.
Berbeda dengan sektor tersebut, industri hotel masih menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi belanja pemerintah yang mengurangi perjalanan dinas dan penyelenggaraan kegiatan MICE.
Sementara pasar rumah tapak dan kondominium tetap bergerak positif, meski laju pertumbuhannya lebih moderat karena pengembang masih berhati-hati meluncurkan proyek baru di tengah ketidakpastian ekonomi.
Secara keseluruhan, laporan Cushman & Wakefield menunjukkan transformasi digital kini bukan lagi hanya mendorong pertumbuhan industri teknologi, tetapi juga mulai mengubah arah investasi sektor properti.
Kebutuhan akan data center, AI, dan layanan cloud menciptakan permintaan baru terhadap kawasan industri, infrastruktur energi, hingga lokasi strategis yang memiliki konektivitas tinggi, menjadikan infrastruktur digital sebagai salah satu motor pertumbuhan baru pasar properti Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









