Sekolah Rakyat Brebes Dikebut, Kementerian PU Kejar Target Akhir Juni

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengebut pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Jateng 1 yang berlokasi di desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Menteri PU, Dody Hanggodo menekankan pentingnya kedisiplinan, koordinasi yang baik, serta respons cepat terhadap berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan proyek.
“Setiap kebutuhan maupun hambatan yang dihadapi di lapangan harus segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti secara efektif dan tidak menghambat progres pembangunan,” kata Dody dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Kementerian PU Kebut Pembangunan Tol Serpong–Bogor via Parung
Dody mengatakan, progres pembangunan sudah hampir 55%, seperti yang disampaikan, masih ada kendala yaitu masalah suplai material baja.
Penyelesaian pembangunan, kata Dody akan terus dikejar hingga akhir Juni 2026 dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi lapangan.
“Kami akan terus mendorong seluruh penyedia jasa dan pelaksana konstruksi untuk meningkatkan kinerja, mempercepat pekerjaan, serta menjaga mutu agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana,” ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp244,69 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana KSO WIKA–WEGE–APIK dengan dukungan manajemen konstruksi oleh ARSS Baru KSO PT Intimulya Multikencana.
Baca Juga: Pesan Presiden Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat: Rajin Belajar dan Hormati Guru
Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan kawasan pendidikan terpadu dengan total luas bangunan mencapai 27.372 m² yang terdiri dari berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang, antara lain gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, hingga sarana olahraga dan infrastruktur kawasan.
Pada tahap awal pelaksanaan, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan, antara lain kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi serta keterbatasan akses distribusi material menuju lokasi proyek.
Sebagai langkah percepatan, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan melakukan penyesuaian metode konstruksi dengan mengadopsi struktur baja pada sebagian bangunan.
Strategi ini dinilai mampu memangkas durasi pekerjaan secara signifikan dari sekitar 180 hari menjadi sekitar 48 hari untuk pekerjaan struktur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









