Kementerian PU Mulai Konstruksi Jembatan Krueng Tingkeum Akhir Januari 2026

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal membangun permanen Jembatan Krueng Tingkeum/Kuta Blang setelah sempat terputus akibat bencana banjir bandang di Provinsi Aceh.
Setelah selesai ditangani secara darurat dengan pemasangan Jembatan Bailey dan telah dibuka secara fungsional sejak 27 Desember 2025, konstruksi jembatan permanen rencananya akan dimulai pada 20 Januari 2026.
Menteri PU RI, Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody dikutip dari laman Kementerian PU, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Empat Perusahaan Ini Sepakat Perbaiki Jembatan Aceh Singkil yang Rusak
Jembatan Krueng Tingkeum berlokasi di Kota Bireuen pada ruas Batas Bireuen–Aceh Utara (Lintas Timur) yang menghubungkan wilayah Bireuen dengan Kota Lhokseumawe.
Jembatan eksisting memiliki panjang total 120 meter dengan tiga bentang dan struktur gelagar baja, yang dibangun pada tahun 2017. Jembatan ini mengalami kerusakan dan terputus akibat banjir pada 26 November 2025.
Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU telah memasang Jembatan Bailey sepanjang 63 meter pada bentang yang rusak untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Jembatan Bailey tersebut telah berfungsi sejak 27 Desember 2025, sementara jalur alternatif Awe Geutah telah lebih dahulu difungsikan sejak 18 Desember 2025.
Sementara itu, Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyampaikan bahwa jembatan ini merupakan salah satu infrastruktur strategis penghubung utama antarwilayah. Kementerian PU telah memprioritaskan penanganan permanen jembatan tersebut dengan penugasan kepada penyedia jasa BUMN.
Tahapan awal pekerjaan permanen telah dimulai, meliputi pembebasan lahan, pemindahan utilitas dan tiang listrik, serta persiapan pekerjaan pemancangan.
“Apabila tidak ada kendala, khususnya terkait distribusi material, pemancangan perdana jembatan permanen direncanakan mulai dilaksanakan pada 20 Januari atau minggu ketiga Januari 2026,” ujar Heri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









