Perolehan Kontrak Baru WIKA Susut 61,43 Persen, Langkah Penyehatan Dikebut
Hefriday | 1 Mei 2025, 22:36 WIB

AKURAT.CO PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), salah satu emiten BUMN Karya kembali melaporkan penurunan perolehan kontrak baru.
Pada kuartal I-2025, perusahaan hanya berhasil mencatat kontrak baru senilai Rp2,16 triliun, turun 61,43% dari Rp5,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut manajemen, penurunan ini menjadi lanjutan dari tren negatif yang telah dimulai sejak kuartal I-2023, ketika WIKA masih mampu meraih kontrak baru sebesar Rp6,1 triliun.
Kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian serta tantangan di sektor konstruksi menjadi faktor utama tergerusnya perolehan kontrak.
Meski menghadapi tekanan dari sisi kontrak baru, WIKA tetap mampu membukukan total penjualan sebesar Rp4,84 triliun selama tiga bulan pertama 2025.
Baca Juga: WIKA Pangkas Utang Rp4,4 Triliun
Penjualan tersebut terdiri atas kontribusi proyek non-Kerja Sama Operasi (non-KSO) sebesar Rp3,11 triliun dan proyek KSO sebesar Rp1,73 triliun.
Segmen infrastruktur dan gedung menjadi kontributor utama pendapatan WIKA, disusul oleh proyek-proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta industri pendukung seperti manufaktur bahan konstruksi dan realti properti.
Dari total penjualan tersebut, WIKA mencatat laba kotor Rp393,4 miliar.
Rinciannya, laba dari proyek non-KSO menyumbang Rp231,33 miliar, sementara sisanya berasal dari proyek-proyek KSO. Ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan pendapatan kontrak baru, WIKA masih mampu menjaga performa kinerja operasional secara moderat.
Di sisi lain, WIKA secara konsisten melanjutkan strategi penyehatan keuangan perusahaan dengan fokus pada penurunan beban utang.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyampaikan apresiasi terhadap para pemangku kepentingan yang tetap memberikan kepercayaan.
Ia menegaskan bahwa langkah penyehatan bukan hanya soal perbaikan struktur keuangan, namun juga penguatan fundamental dan operasional perusahaan.
“Tujuan utama kami adalah memastikan keberlanjutan bisnis WIKA di masa depan dengan landasan yang lebih sehat dan efisien,” ujar Agung.
Pada kuartal I-2025, perusahaan berhasil memangkas utang hingga Rp1,47 triliun kepada mitra kerja dan lembaga keuangan.
Langkah tersebut mendapatkan respons positif dari pasar. Salah satunya datang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yang menaikkan peringkat Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2022 Seri A milik WIKA dari idD menjadi idCCC.
Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan kembali investor terhadap upaya restrukturisasi WIKA.
Perusahaan juga melaporkan telah memperoleh kesepakatan kuorum dari para pemegang obligasi, sebuah langkah penting dalam proses pemulihan struktur keuangan.
Saat ini, WIKA masih mengupayakan persetujuan lanjutan dari para pemegang Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II sebagai bagian dari proses restrukturisasi menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









