RI Gandeng Jepang Bangun Infrastruktur Ramah Lingkungan
Hefriday | 13 Januari 2025, 14:32 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam pembangunan infrastruktur tangguh dan ramah lingkungan.
Hal ini disampaikan dalam kunjungan delegasi Jepang yang dipimpin oleh Mori Masafumi, Special Advisor to the Prime Minister of Japan, dan Wakil Menteri Land, Infrastructure, Transport, and Tourism Jepang, Terada Yoshimichi, ke Kemenko Infra.
"Untuk negara besar seperti Indonesia dengan populasi 270 juta jiwa, konektivitas darat, laut, dan udara sangat krusial. Kerja sama ini diharapkan dapat mengurangi biaya logistik, mendukung ketahanan pangan, energi, serta menghadapi tantangan perubahan iklim,” ujar AHY di Jakarta, Senin (13/1/2025).
Dalam pertemuan tersebut, AHY menyampaikan apresiasinya atas dukungan Jepang terhadap berbagai program infrastruktur di Indonesia. Ia menyoroti pentingnya pengalaman Jepang dalam membangun infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan. "Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan solusi bersama, termasuk transfer teknologi dan penguatan kapasitas industri lokal," tambahnya.
Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang strategis, di antaranya pengelolaan limbah, pembangunan smart city, dan mitigasi bencana. Salah satu proyek yang dibahas adalah pengembangan tanggul laut di kawasan Pantai Utara Jawa. Proyek ini bertujuan untuk melindungi kawasan tersebut dari ancaman abrasi dan penurunan tanah, yang semakin diperparah oleh dampak perubahan iklim.
Mori Masafumi menyatakan dukungan penuh Jepang terhadap berbagai proyek infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, Jepang memiliki pengalaman luas dalam membangun kawasan urban modern yang dapat diadaptasi di Indonesia. "Kami optimistis kerja sama ini akan semakin memperkuat hubungan strategis kedua negara,” ujarnya.
Selain itu, Jepang juga menyoroti pentingnya pembangunan perumahan berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Konsep TOD ini dirancang untuk mengintegrasikan kawasan hunian dengan akses transportasi publik yang efisien, sehingga mampu mendorong mobilitas masyarakat dan mengurangi emisi karbon.
Proyek lain yang menjadi fokus adalah integrasi kawasan industri untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Dengan pengalaman Jepang dalam merancang kawasan industri modern, kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sektor manufaktur dan mendukung pengembangan ekonomi berbasis teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal. Transfer teknologi dari Jepang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia di bidang infrastruktur, sehingga mendukung keberlanjutan proyek-proyek di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja






