Indonesia - Jepang Kerja Sama Energi hingga Ketahanan Pangan
Hefriday | 11 Januari 2025, 22:26 WIB

AKURAT.CO Indonesia dan Jepang terus mempererat hubungan bilateral, terutama dalam sektor strategis seperti pertahanan, energi terbarukan, dan ketahanan pangan.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pada Sabtu (11/1/2025) menjadi tonggak baru dalam kemitraan kedua negara. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat untuk saling mendukung prioritas masing-masing, terutama di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Asia Tenggara.
Dikutip dari Bloomberg, Shigeru Ishiba menjadi pemimpin asing pertama yang berkunjung ke Indonesia tahun ini, setelah sebelumnya mengunjungi Malaysia. Kunjungannya kali ini menunjukkan keseriusan Jepang untuk meningkatkan keterlibatan dengan Asia Tenggara, yang memiliki posisi strategis dalam percaturan global.
"Kami berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang energi terbarukan, pertahanan maritim, dan transfer teknologi," ujar Ishiba, dikutip Sabtu (11/1/2025).
Baca Juga: Indonesia dan Jepang Sepakati Pinjaman Rp9,35 Triliun untuk Pengembangan SDM dan Pelabuhan Patimban
Sementara itu, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya kolaborasi Jepang dalam program-program prioritas Indonesia. "Kami berharap Jepang dapat berkontribusi pada program makan siang gratis di sekolah-sekolah dan hilirisasi sumber daya alam," kata Prabowo.
Program-program ini, menurutnya, tidak hanya penting untuk pembangunan nasional tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah konkret kerja sama tersebut adalah pemberian kapal patroli oleh Jepang kepada Indonesia melalui hibah dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Kesepakatan ini sebelumnya telah ditandatangani pada Desember lalu. Kapal patroli ini diharapkan dapat memperkuat pengamanan maritim Indonesia, terutama di kawasan strategis seperti Laut Natuna.
Kawasan Laut Natuna sendiri sering menjadi sumber ketegangan antara Indonesia dan China, mengingat wilayah itu berada di tepi Laut China Selatan yang kaya sumber daya alam. Meski Indonesia tidak mengakui klaim sepihak China atas kawasan tersebut, beberapa insiden antara kapal China dan Indonesia sempat terjadi, menegaskan pentingnya pengamanan di kawasan ini.
Jepang dan Indonesia juga sepakat untuk bersama-sama mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Ishiba menekankan pentingnya diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Hal ini sejalan dengan agenda Indonesia untuk memanfaatkan potensi energi hijau seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi.
Namun, kerja sama ini juga memiliki konteks geopolitik yang lebih luas. Jepang, sebagai sekutu utama Amerika Serikat, berupaya memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara guna menghadapi pengaruh China yang terus meningkat. Asia Tenggara sendiri merupakan pasar strategis dengan nilai ekonomi mencapai lebih dari USD3 triliun dan populasi sekitar 700 juta orang.
Meski memiliki hubungan erat dengan China, negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, juga sering kali bersikap hati-hati terhadap ambisi Beijing, terutama terkait klaim wilayah di Laut China Selatan. Laut ini merupakan jalur perdagangan global yang sangat penting, mengangkut sekitar 37% minyak mentah dunia.
Bagi Indonesia, pertemuan dengan Jepang ini mencerminkan strategi luar negeri yang seimbang. Sejak dilantik, Prabowo menunjukkan pendekatan "jalan tengah" dalam menyikapi persaingan antara AS dan China. Hal ini terlihat dari kunjungannya ke China pada April lalu untuk bertemu Presiden Xi Jinping, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang.
Dengan meningkatnya kerja sama ini, Indonesia berharap dapat memaksimalkan manfaat dari kemitraan strategis tanpa harus terjebak dalam rivalitas geopolitik. Bagi Jepang, hubungan yang lebih erat dengan Indonesia adalah langkah penting untuk memperkuat posisinya di Asia Tenggara, kawasan yang semakin menjadi fokus dalam peta politik dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









