Akurat

Whoosh Catatkan Trafik Tertinggi, Tembus 22.249 Penumpang

Silvia Nur Fajri | 28 Juni 2024, 21:41 WIB
Whoosh Catatkan Trafik Tertinggi, Tembus 22.249 Penumpang

AKURAT.CO PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat jumlah penumpang harian tertinggi sejak kereta cepat Whoosh mulai beroperasi secara komersial. Pada Kamis (27/6/2024), sebanyak 22.249 penumpang menggunakan layanan kereta cepat ini.

Menurut General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, dari total penumpang tersebut, 11.482 penumpang berangkat dari Stasiun Halim, 8.123 dari Stasiun Padalarang, dan 2.644 dari Stasiun Tegalluar.

"Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang baik menjadikan Whoosh sebagai moda pilihan. Hal tersebut akan terus kami jaga untuk meningkatkan pelayanan Whoosh baik di stasiun maupun perjalanan," ujar Eva di Kutip pada Jumat, (28/6/2024).

Baca Juga: Viral Whoosh Bocor, Begini Penjelasan Manajemen KCIC

Rata-rata harian volume penumpang Whoosh saat ini mencapai 17 ribu per hari. Peningkatan volume penumpang pada akhir pekan ini juga dipengaruhi oleh momen libur sekolah yang sedang berlangsung. "Banyak penumpang keluarga yang menggunakan Whoosh untuk berlibur di Jakarta maupun di Bandung," tambah Eva.

Selanjutnya, Eva menjelaskan peningkatan jumlah penumpang juga didukung dengan penambahan perjalanan Whoosh secara bertahap. Sejak Desember 2023, jumlah perjalanan per hari meningkat dari 14 menjadi 48 perjalanan. "Perjalanan yang singkat, nyaman, serta memiliki ketepatan waktu yang tinggi menjadi nilai tambah sehingga masyarakat memilih Whoosh," jelas Eva.

Secara bertahap, rata-rata penumpang harian Whoosh juga mengalami peningkatan. Pada bulan Juni, rata-rata penumpang per hari mencapai 17,2 ribu, meningkat 3 persen dibandingkan bulan Mei dengan 16,7 ribu penumpang, dan naik 26 persen dibandingkan bulan April dengan 13,6 ribu penumpang per hari.

KCIC mencatat sejak kereta cepat Whoosh dioperasikan pada 17 Oktober 2023, jumlah penumpang telah mencapai 3,5 juta. Eva menegaskan pencapaian ini menunjukkan tingginya permintaan masyarakat akan transportasi umum yang modern dengan efisiensi waktu tempuh dan kenyamanan. "Harapannya, akan semakin banyak masyarakat yang akan beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik yang ramah lingkungan," tukas Eva.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.