Menteri Basuki: Kolaborasi Kunci Capai Ketahanan Air Global

AKURAT.CO Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mencapai ketahanan air global.
Ia mengutip Presiden Joko Widodo (Jokowj) yang menekankan pentingnya kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai kemakmuran bersama melalui pelestarian air.
"Presiden Jokowi menyampaikan bahwa air untuk kemakmuran bersama hanya dapat dicapai melalui kolaborasi bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut sebagai kunci untuk melestarikan air mulai dari saat ini demi kemakmuran bersama di masa mendatang," ujar Basuki dalam keterangannya, Kamis (13/6/2024).
Sebagaimana yang diamanatkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, akses air bersih dan sanitasi aman untuk semua harus dicapai pada tahun 2030. Namun, laporan PBB pada tahun 2022 mengungkapkan bahwa akses untuk layanan air minum aman baru mencapai 73% dari populasi global, dan untuk sanitasi dasar hanya mencapai 57%.
Baca Juga: Dukung Keberlanjutan Infrastruktur Air, PII Ikuti WWF 2024
"Indonesia telah mencapai 92% layanan air minum dan 86% layanan sanitasi dasar pada tahun 2023. Meski begitu, masih banyak aksi yang harus dilakukan untuk mencapai target akses air bersih dan sanitasi aman pada 2030," kata Basuki.
Konferensi Air PBB menekankan bahwa air adalah hak asasi manusia dan harus tersedia serta mudah diakses oleh seluruh populasi. Basuki mengajak seluruh delegasi untuk berkolaborasi dalam aksi nyata yang transformatif demi ketahanan air global, dengan tetap memegang prinsip keberlanjutan, kesetaraan, dan keadilan sosial.
“Terima kasih atas seluruh dedikasi dan upaya untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan air. Kita harus berkomitmen untuk memanfaatkan keahlian, sumber daya, dan kemauan politik kolektif kita dalam mengkatalisasi perubahan yang berarti. Serta memajukan agenda air global yang sejalan dengan SDGs,” tambahnya.
Selain itu, ia mengungkapkan, forum ini menjadi kesempatan yang baik untuk berbagi pengalaman antar negara dan institusi global, serta meningkatkan kolaborasi dan kerja sama demi mencapai tujuan bersama untuk ketahanan air secara global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









