Gigacity Surakarta Dinilai Jadi Pendorong Tercapainya Visi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Pembangunan Gigacity di Surakarta, Solo Technopark dinilai bisa menjadi rujukan bagi kota lain dalam pencapaian Visi Indonesia Digital 2045 sebagai pelengkap strategi mencapai Indonesia Emas 2045. Konsep Gigacity yang disematkan kepada Kota Surakarta diharapkan dapat memantik kelahiran kota-kota cerdas lain di Indonesia.
Irjen Kementerian Komunikasi dan Informatika, Arief Tri Hardiyanto mengatakan, Kominfo telah meluncurkan Visi Indonesia Digital 2045 (VID2045) yang merupakan visi jangka panjang menuju 100 tahun Indonesia Merdeka.
Pengembangan smart city yang didukung internet berkecepatan tinggi menjadi salah satu agenda penting VID2045. Oleh karena itu, inisitiatif MASTEL, Huawei, dan Telkomsel di Solo Technopark bisa menjadi contoh bagi kota-kota lainnya untuk mengimplementasikan konsep Gigacity.
Baca Juga: Diinisiasi Kominfo, Gerakan Smart City Dapat Penghargaan untuk 50 Kota dan Kabupaten
Menurut Arief, Gigacity berperan dalam peningkatan kecepatan internet baik mobile maupun fixed broadband di wilayah perkotaan yang memberikan energi bagi berbagai aktivitas di kawasan niaga, perkantoran, dan pemukiman.
"Kominfo berharap meratanya broadband kecepatan tinggi yang berkualitas ini menjadi fondasi kuat untuk transformasi digital, mendukung ekosistem digital yang menyejahterakan masyakarat, mencerdaskan bangsa dan menciptakan berbagai peluang inovasi digital demi tercapainya Indonesia Emas 2045," kata Arief dikutip Sabtu (23/12/2023).
Menurut Arief, Visi Indonesia Digital 2045 menetapkan beberapa sasaran dan target. Dalam aspek Infrastruktur Digital terdapat tiga sasaran, yakni Mobile Broadband Coverage per population mencapai 100% pada tahun 2034, 98 Gigacity pada 2029 dan 514 Gigacity pada 2045, dan rata-rata kecepatan unduh mobile broadband sebesar 100 Mbps pada 2029, dan 760 Mbps pada 2045.
Pada aspek ekonomi digital ditargetkan kontribusi PDB hingga mencapai 19% atau senilai Rp22.513 Triliun. Kemudian, posisi Indeks Masyarakat Digital (IMD) Indonesia berada di peringkat keempat.
Senada, Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin menilai Solo Technopark sebagai Gigacity pertama di Indonesia merupakan langkah penting menciptakan kontribusi nyata dalam mewujudkan kawasan smart city yang akan berdampak pada aspek ekonomi dan sosial melalui pemanfaatan teknologi.
Sementara itu, Vice President of Optical Business Product Line Huawei, Kim Jin mengatakan jaringan all-optic gigabit F5G dapat membantu operator mengelar infrastruktur fiber secara efisien, membangun jaringan interkoneksi pulau DC-sentris dan lingkaran latensi 1-8-20 ms.
"Semua upaya ini bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna rumahan, mendorong transformasi dan ekonomi digital Indonesia," katanya.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan pembangunan infrastruktur teknologi komunikasi dan informasi menjadi kunci utama untuk mendorong transformasi digital secara menyeluruh.
Melalui penerapan teknologi 5G, Indonesia memasuki era konektivitas super cepat yang tidak hanya mendukung telekomunikasi antar manusia, tetapi juga dapat memunculkan berbagai inovasi digital yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
"Hadirnya Gigacity sebagai jembatan untuk bertransformasi menjadi kota cerdas, menciptakan peluang-peluang baru bagi masyarakat dan industri. Gigacity dapat mendukung pengembangan industri kreatif, e-commerce, dan pariwisata digital serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti mendukung layanan kesehatan dan pendidikan digital," imbuhnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surakarta, Gatot Sutanto mengatakan Gigacity menjadi landasan perwujudan kota cerdas yang selaras dengan Visi Indonesia Digital 2045.
"Gigacity akan memajukan dunia teknologi informasi dan komunikasi, serta memperkenalkan manfaat teknologi terhadap masyarakat luas. Kami sampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh stakeholder yang terlibat, seperti MASTEL, Huawei, dan Telkomsel," kata Gatot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








