Akurat

Menteri Dody Percepat Huntara di Aceh, Target Nol Warga di Tenda Saat Ramadan

Dedi Hidayat | 22 Januari 2026, 09:30 WIB
Menteri Dody Percepat Huntara di Aceh, Target Nol Warga di Tenda Saat Ramadan

AKURAT.CO Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dengan target tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda saat memasuki bulan suci Ramadan.

Saat ini, Kementerian PU tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang dengan progres 98,75% dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.

"Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan maksimal,” kata Dody dikutip dari laman Kementerian PU, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Kementerian PU Minta Kendaraan ODOL Tak Lintasi Jembatan Bailey

Huntara Aceh Tamiang dibangun menggunakan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat yang memungkinkan pembangunan dilakukan dengan cepat di tengah kondisi pascabencana.

Pembangunan ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1.

Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 m² dengan total luas bangunan 2.052 m², terdiri dari 7 blok hunian dan mushola. Sebanyak 114 modul dibangun untuk menampung 84 KK atau sekitar 336 jiwa, lengkap dengan 42 unit MCK, area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, serta toren air.

Sistem pendukung air bersih berasal dari sumur bor dan tandon, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek, serta pasokan listrik dari PLN.

Baca Juga: Akses Logistik Jadi Prioritas, Kementerian PU Tangani 6 Jembatan Rusak di Aceh

Dody menekankan bahwa penyelesaian huntara sebelum Ramadan merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatra Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana,” ujar Dody.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.