Akurat

Usai Bencana Besar, Menko AHY Minta Rekonstruksi Sumatera Lebih Kuat

Hefriday | 10 Desember 2025, 08:50 WIB
Usai Bencana Besar, Menko AHY Minta Rekonstruksi Sumatera Lebih Kuat

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa proses pembangunan kembali infrastruktur di wilayah Sumatera yang terdampak bencana hidrometeorologi harus dilakukan dengan standar yang lebih baik dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan AHY dalam Balairung Dialogue 2025 di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

AHY menekankan bahwa rehabilitasi pascabencana tidak boleh sekadar mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi harus memastikan kualitas bangunan dan infrastruktur lebih kuat serta mampu menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Jangan hanya membangun kembali. Build better, build stronger, more resilient, and more sustainable,” ujar AHY.

Baca Juga: Perkuat Pembangunan Nasional dan Layanan Publik, Menko AHY Raih Penghargaan Tertinggi Alumni NTU Singapura

Menurut dia, bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah barat Indonesia telah memberikan dampak signifikan pada tiga provinsi besar, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Setidaknya 18 kabupaten/kota di Aceh, 18 kabupaten/kota di Sumut, dan 16 kabupaten/kota di Sumbar terdampak langsung.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (8/12/2025) mencatat korban meninggal mencapai 961 jiwa, sementara 234 orang masih dinyatakan hilang.

Selain itu, sebanyak 5 ribu warga mengalami luka-luka dan hampir satu juta jiwa terpaksa mengungsi akibat kerusakan masif yang terjadi.

Kerusakan infrastruktur di 52 kabupaten terdampak juga sangat besar. BNPB melaporkan 1,2 ribu fasilitas umum rusak, bersama 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, dan 420 rumah ibadah.

Baca Juga: AHY Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Penyelesaian Sertifikasi Tanah Masyarakat Transmigrasi

Selain itu, tercatat 234 gedung pemerintahan terdampak, 435 jembatan mengalami kerusakan, 259 akses transportasi terdampak, 163 akses terputus, 101 ruas jalan rusak berat, serta 62 jembatan terputus total.

Di sektor permukiman, jumlah rumah rusak mencapai 156,5 ribu unit. Dari jumlah tersebut, 143.427 rumah rusak berat, 2.298 rusak sedang, dan 10.808 rusak ringan.

AHY menilai situasi ini menuntut percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, meskipun saat ini pemerintah masih berada dalam fase tanggap darurat.

Dalam kunjungannya ke Sumatera Utara pekan lalu, AHY mengungkapkan hasil koordinasi dengan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani terkait urgensi pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk memecah atau menggeser intensitas hujan agar proses evakuasi dan penyaluran logistik tidak terhambat.

“Ini butuh operasi khusus BNPB bersama dengan BMKG,” katanya.

Selain koordinasi teknis, AHY juga turun langsung memantau distribusi logistik ke wilayah-wilayah terisolasi, seperti Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tamiang.

Dirinya mengatakan banyak warga di daerah tersebut sudah mengalami kelaparan karena akses jalan terputus dan bantuan sulit masuk.

AHY turut meninjau sejumlah titik infrastruktur kritis seperti jalan penghubung Sumbar–Riau yang rusak parah. Ia memastikan ketersediaan alat berat untuk percepatan pembukaan akses jalan sebagai syarat utama pemulihan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan.

Ketika menyambangi tenda-tenda pengungsian, AHY mengaku terharu melihat kondisi para warga yang kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga.

Dirinya menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kemanusiaan dan empati. “Ini bukan hanya masalah infrastruktur, ini masalah manusia. Mari kita gerakkan hati untuk membantu saudara-saudara kita,” ujarnya.

AHY juga mengatakan bahwa pemerintah akan memastikan percepatan pemulihan pascabencana menjadi prioritas, dengan melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga mitra internasional.

Upaya ini diharapkan dapat memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi