Akurat Logo

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Data Center AI Setiap Hari? Ini Hitungannya

Idham Nur Indrajaya | 7 Oktober 2026, 17:34 WIB
Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Data Center AI Setiap Hari? Ini Hitungannya
Berapa banyak air yang dibutuhkan data center AI? Simak hitungan jutaan liter, teknologi pendinginan, dan kebutuhan air di Indonesia. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Setiap kali seseorang meminta AI menjawab pertanyaan, membuat gambar, merangkum dokumen, atau menghasilkan kode, ada server dengan daya komputasi besar yang bekerja di belakang layar. Mesin-mesin tersebut menghasilkan panas dan membutuhkan sistem pendinginan agar dapat beroperasi terus-menerus.

Di sinilah muncul pertanyaan yang semakin relevan seiring pembangunan data center AI di Indonesia: berapa banyak air yang dibutuhkan data center AI setiap hari?

Jawabannya bisa mencapai jutaan liter, tetapi tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua fasilitas. Estimasi tertentu yang dikutip USGS menyebut data center berkapasitas 100 MW dapat mengonsumsi sekitar 2 juta galon atau 7,6 juta liter air per hari. Namun, perhitungan pada sistem pendinginan tertentu menunjukkan kebutuhan air yang jauh berbeda.

Perbedaan tersebut terjadi karena air dalam data center tidak selalu benar-benar “habis”. Sebagian sistem menggunakan air yang terus bersirkulasi dalam loop pendinginan, sementara sebagian lainnya membutuhkan tambahan air untuk menggantikan volume yang hilang akibat penguapan.

Bahkan, sistem dry cooler dapat dirancang tanpa konsumsi air tambahan, sedangkan adiabatic dry cooler hanya menggunakan air ketika temperatur udara luar sangat tinggi. Jadi, untuk memahami konsumsi air AI, teknologi pendinginan sama pentingnya dengan kapasitas data center.

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Data Center AI Setiap Hari?

Data center AI berukuran besar dapat membutuhkan jutaan liter air per hari, tetapi angka tersebut sangat bergantung pada sistem pendinginan dan definisi konsumsi yang digunakan.

Sebagai gambaran, estimasi USGS pada 2026 menyebut data center 100 MW dapat mengonsumsi sekitar 2 juta galon atau 7,6 juta liter air per hari. Jika angka tersebut konstan selama sebulan, volumenya mencapai sekitar 227 juta liter.

Sementara itu, estimasi lain menyebut data center besar dapat menggunakan hingga 5 juta galon atau sekitar 18,9 juta liter air per hari. Angka ini menunjukkan skala yang mungkin muncul pada fasilitas dengan kebutuhan pendinginan sangat besar.

Namun, angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai konsumsi standar semua data center AI. Ada fasilitas yang menggunakan sistem dengan kebutuhan make-up water jauh lebih rendah, bahkan ada teknologi pendinginan yang tidak membutuhkan tambahan air secara operasional.

Karena itu, pertanyaan “berapa liter air yang digunakan data center?” sebenarnya harus dilanjutkan dengan pertanyaan lain: data center tersebut menggunakan sistem pendingin apa?

Baca Juga: Hukum Menikah dengan Kecerdasan Buatan dalam Islam

Baca Juga: UTB Gelar Wisuda ke-25, Kukuhkan Lulusan yang Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

Mengapa Data Center AI Membutuhkan Air?

GPU AI menghasilkan panas ketika menggunakan listrik untuk menjalankan komputasi. Semakin tinggi kepadatan komputasi, semakin besar panas yang harus dipindahkan agar server tetap berada pada suhu operasi yang aman.

Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai listrik → GPU bekerja → panas → sistem pendinginan → panas dibuang ke lingkungan.

Air menjadi salah satu media yang efektif untuk memindahkan panas. Pada sistem tertentu, air tidak langsung membasahi atau menyentuh chip, tetapi digunakan untuk mendinginkan cairan lain yang bersirkulasi di dalam sistem.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.