Akurat Logo

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan 5G, Dicap Internet Ngebut Tapi Sinyal Belum Merata

Winna Wandayani | 19 Mei 2026, 20:36 WIB
Mengenal Kelebihan dan Kekurangan 5G, Dicap Internet Ngebut Tapi Sinyal Belum Merata
Ilustrasi 5G (Freepik)

AKURAT.CO Teknologi 5G disebut sebagai masa depan internet mobile karena menawarkan koneksi yang jauh lebih cepat dibanding 4G. Kecepatan tinggi ini membuat aktivitas seperti streaming dan gaming online menjadi lebih lancar.

Namun, 5G juga masih memiliki sejumlah tantangan dalam penerapannya. Salah satunya adalah jaringan yang belum merata di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Berikut kelebihan 5G yang perlu diketahui:

1. Kecepatan Internet Jauh Lebih Tinggi

Salah satu keunggulan 5G adalah kecepatan transfer data yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Hal ini membuat streaming video 4K dan cloud gaming berjalan lancar, sebagaimana dikutip dari Ericsson, Selasa (19/5/2026).

Teknologi ini juga dinilai penting untuk mendukung kebutuhan industri masa depan. Contohnya seperti kendaraan otonom dan otomatisasi pabrik yang membutuhkan koneksi cepat dan stabil.

2. Latensi Lebih Rendah

Selain cepat, 5G memiliki latensi rendah atau jeda komunikasi yang sangat kecil. Dikutip dari IBM, latensi rendah membuat perangkat dapat merespons hampir secara real-time, yang penting untuk teknologi seperti remote surgery, smart factory dan Internet of Things (IoT).

3. Bisa Menampung Lebih Banyak Perangkat

Dikutip dari GSMA, jaringan 5G dirancang untuk menangani lebih banyak perangkat dalam satu area tanpa membuat koneksi melambat. Hal ini menjadi penting karena jumlah perangkat yang terhubung internet terus meningkat.

Di kota besar dengan kepadatan tinggi, teknologi 5G berpotensi mengurangi kemacetan jaringan saat jam sibuk. Koneksi internet pun bisa tetap stabil meski digunakan banyak orang secara bersamaan.

4. Mendukung Teknologi Masa Depan

Nokia menyebut 5G bukan sekadar internet cepat di smartphone. Teknologi ini juga menjadi fondasi bagi perkembangan AI, augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan smart city.

Karena itu, banyak operator global mulai mengembangkan layanan berbasis 5G untuk sektor industri dan perusahaan. Teknologi ini dinilai mampu mendukung otomatisasi dan efisiensi kerja di masa depan.

Berikut kekurangan 5G yang perlu diketahui:

1. Sinyal Belum Merata

Meski sudah hadir di berbagai negara, jangkauan 5G masih belum luas. Dikutip dari BBC, frekuensi tinggi yang digunakan 5G memang menawarkan kecepatan tinggi, tetapi jangkauannya lebih pendek dibanding 4G.

Kondisi ini membuat operator harus membangun lebih banyak BTS agar jaringan tetap stabil. Di Indonesia, situasi serupa juga terlihat karena jaringan 5G masih banyak tersedia di kota besar.

2. Biaya Infrastruktur Sangat Mahal

Dikutip dari Reuters, pembangunan jaringan 5G membutuhkan investasi yang sangat besar. Biaya tersebut mencakup spektrum frekuensi, fiber optik, hingga perangkat jaringan baru.

Karena itu, banyak operator masih berhati-hati dalam memperluas jaringan 5G. Mereka biasanya lebih fokus lebih dulu ke wilayah dengan potensi pasar besar.

3. Konsumsi Daya Masih Jadi Tantangan

Jaringan 5G memiliki tantangan konsumsi energi yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Kondisi ini terutama terjadi pada fase awal pengembangan teknologi 5G.

Beberapa smartphone 5G generasi awal juga dikenal lebih cepat panas dan lebih boros baterai dibanding perangkat 4G. Hal itu terjadi karena perangkat harus bekerja lebih keras untuk menangkap jaringan 5G.

4. Belum Semua Orang Membutuhkan 5G

Meski menawarkan internet super cepat, tidak semua pengguna merasa perlu berpindah ke 5G. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti media sosial, streaming, atau video call, jaringan 4G masih dianggap cukup memadai.

Akibatnya, adopsi 5G di banyak negara berjalan lebih lambat dari perkiraan awal industri telekomunikasi. Banyak pengguna juga masih mempertimbangkan harga perangkat dan ketersediaan jaringan sebelum beralih ke 5G.

5G menawarkan banyak keunggulan, terutama dari sisi kecepatan dan kapasitas jaringan. Namun, biaya pembangunan yang mahal dan cakupan sinyal yang belum merata membuat 5G belum sepenuhnya menjadi 'game changer'.

Di Indonesia, perkembangan 5G masih berada pada tahap awal. Operator mulai memperluas jaringan secara bertahap, tetapi pemerataan layanan masih menjadi pekerjaan besar dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.